Habib Syarief: Wajib Belajar 13 Tahun Harus Diikuti Pemerataan Akses Pendidikan 14 Jul 2026 Habib Syarief Jagokan Prancis dan Inggris Melaju ke Final Piala Dunia 2026 14 Jul 2026 Farhan Tegaskan MPLS Bebas Perpeloncoan, Perkuat Pencegahan Bullying 14 Jul 2026 Basmi Tikus di Sawah, Warga Majalengka Tewas Tersengat Listrik 14 Jul 2026 Kerangka Manusia di Kebun Jati Sagaranten Dibawa ke RS untuk Autopsi 14 Jul 2026 Polres Kuningan Bongkar Jaringan Narkoba, 12 Tersangka Diamankan 14 Jul 2026 Edi Purwanto: Keselamatan Kereta Api Jangan Sekadar Jadi Wacana 14 Jul 2026 Pemkab Bandung Tutup Permanen Pembuangan Sampah Liar Ciganitri 14 Jul 2026 Gary Neville Nilai Argentina Tak Sekuat Empat Tahun Lalu 14 Jul 2026 Daftar Lokasi Nobar Semifinal Prancis vs Spanyol di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta 14 Jul 2026 Habib Syarief: Wajib Belajar 13 Tahun Harus Diikuti Pemerataan Akses Pendidikan 14 Jul 2026 Habib Syarief Jagokan Prancis dan Inggris Melaju ke Final Piala Dunia 2026 14 Jul 2026 Farhan Tegaskan MPLS Bebas Perpeloncoan, Perkuat Pencegahan Bullying 14 Jul 2026 Basmi Tikus di Sawah, Warga Majalengka Tewas Tersengat Listrik 14 Jul 2026 Kerangka Manusia di Kebun Jati Sagaranten Dibawa ke RS untuk Autopsi 14 Jul 2026 Polres Kuningan Bongkar Jaringan Narkoba, 12 Tersangka Diamankan 14 Jul 2026 Edi Purwanto: Keselamatan Kereta Api Jangan Sekadar Jadi Wacana 14 Jul 2026 Pemkab Bandung Tutup Permanen Pembuangan Sampah Liar Ciganitri 14 Jul 2026 Gary Neville Nilai Argentina Tak Sekuat Empat Tahun Lalu 14 Jul 2026 Daftar Lokasi Nobar Semifinal Prancis vs Spanyol di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta 14 Jul 2026

Edi Purwanto: Keselamatan Kereta Api Jangan Sekadar Jadi Wacana

Desi Rossilawati
PN
Selasa, 14 Juli 2026 | 16:32 WIB
Bagikan
Edi Purwanto: Keselamatan Kereta Api Jangan Sekadar Jadi Wacana

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Edi Purwanto./visi.news/ist.

VISI.NEWS – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto, melontarkan kritik keras terhadap Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang dinilai belum serius menindaklanjuti arahan Presiden terkait peningkatan keselamatan perkeretaapian, khususnya penanganan perlintasan sebidang.

Dalam sela waktu rapat bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026), Edi menilai berbagai instruksi Presiden justru belum tercermin dalam kebijakan maupun penganggaran kementerian.

Menurutnya, Presiden sebelumnya telah menginstruksikan penyediaan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk mempercepat pembangunan flyover dan underpass menyusul kecelakaan tragis di Bekasi yang menewaskan sejumlah warga. Namun, dalam paparan pemerintah, ia mengaku belum melihat program tersebut menjadi prioritas.

"Presiden sudah beberapa kali memberikan direktif, tetapi kami melihat penanganan perlintasan sebidang kok tidak ada. Harusnya ini menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan masyarakat," kata Edi.

Ia bahkan menilai jajaran kementerian belum memiliki respons yang sejalan dengan visi Presiden.

"Jangan sampai Presiden sering memberikan arahan, tetapi kabinetnya tidak merespons secara positif. Kalau sudah menjadi direktif Presiden, semestinya itu segera dilaksanakan," tegasnya.

Tak hanya soal perlintasan sebidang, Edi juga menyinggung belum jelasnya regulasi turunan mengenai kebijakan tarif ojek online (ojol) yang menurutnya juga merupakan contoh lambannya implementasi kebijakan pemerintah.

Edi mengungkapkan, keterbatasan anggaran menjadi persoalan serius di sektor perkeretaapian. Dari kebutuhan anggaran yang diajukan, hanya sekitar 58 persen yang mampu dipenuhi sehingga berbagai program strategis belum dapat dijalankan secara optimal.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.