DARI PONPES KE PONPES | Mengenal Mang Haji Abah dan Pesantren Hidayatul Hikmah Kutawaringin Soreang
Sepintas ia seperti abah-abah umumnya, karena dipanggilnya pun Abah. Tapi bila sudah bicara dan menjelaskan suatu perihal, maka ia laksana motivator ruhani. Apa yang meluncur dari bibirnya adalah hikmah, dan kajian mendalam yang membukakan kebekuan pikiran, meluaskan pemahaman, dan setiap statemennya, bisa sampai menghujam ke relung hati terdalam kita. Yaa, bisa jadi itu karena setiap kata-kata yang ia ucapkan, adalah kebenaran yang tak bisa disanggah dan disangkal.
Pusaka Mang Haji Abah
Pusaka Mang Haji Abah adalah doa orang tua, khususnya doa ibunya. Pusaka lainnya adalah para karuhun yang pandangannya lebih awas pada saat mereka telah meninggal, dan kita patut terus menyambungkan silaturahmi dengan mendoakan mereka yang sudah ada di alam barzahnya.
Beberapa catatan dari pernyataan Mang Haji Abah yang sempat penulis tulis, dan menjadi ajarannya, yang ia ingatkan pada setiap santrinya, seperti di bawah ini ;
- Allah tidak akan menyiksa, yang menyiksa itu kelakuan kita sendiri.
- Jika kita tak dekat dengan hamba Allah yang saleh, maka jangan harap kita selamat.
- Harus memaksakan kebaikan, biar menjadi biasa.
- Kita harus mentautan do'a pada orang yang saleh.
- Yatim akhlak, lebih susah di luruskan.
- Kemunafikan menghancurkan diterimanya doa.
- Keikhlasan akan di bantu Allah, ketika ada kebencian akan hilang amalannya.
- Batal ibadah, batal amalan
- Manusia yang uzlah itu tak berharap apa apa, selain hanya menuju Allah harapannya.
- Teu meunang olo-olo hirup,
- Teu meunang hare hare hirup
- Akademi hate, akademi akhlak tidak ada sekolahnya.
- Nyaring, beunta, eling.
- Ngaji mah diri sorangan heula.
- Ngaji adab, percuma bisa ngaji Qur'an, jika tak ada adab.
- Berat lawan adab, akan naik ke atas orang yang memiliki adab
- Adab akan mengangkat kita jadi wali
- Zaman repot jika tak bergaul dengan ulama yang eling
- Hidup kita di dunia ini cobaan
- Jangan mentang-mentang kita jaya, tak ada hasil, mau apa yang dijagokan.
- Bijaksana ke semua mahluk
- Tong hayang ditonton ku batur
- Gampang jadi penceramah mah, sorangan bae huela diceramahan.
- Ada bagian-bagian tertentu, dan jangan kita mengambil bagian orang lain.
- Tak harus membedakan manusia, karena kita tak tahu ia akan jadi wali.
- Silaturahmi itu akan jadi obat, akan jadi berkah.
- Permainan hidup seperti sepak bola, siapa bisa menangkap bola ia tak akan terkalahkan.
- Kerja dulu, jangan minta upah.
- Kita ini harta karun orang tua yang sudah tidak ada.
- Doa itu mengikuti kemanapun kita pergi, asal kitanya mau didoakan.
- Doa tidak terlihat tapi terasa
- Yakin kepada doa ibu bapak, dengan keyakinan maka jadi.
- Masih mending hidup dari sampah, asal kita bisa mengolahnya jadi intan berlian, dari pada kita hidup malah jadi sampah.
Begitulah beberapa wejangan Mang Haji Abah ini, dalam mengingatkan para santrinya agar selalu memiliki niat tulus, dan selalu berbaik sangka pada siapapun.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!