DARI PONPES KE PONPES | Mengenal Mang Haji Abah dan Pesantren Hidayatul Hikmah Kutawaringin Soreang

ED
Senin, 27 Maret 2023 | 12:15 WIB
Bagikan
DARI PONPES KE PONPES | Mengenal Mang Haji Abah dan Pesantren Hidayatul Hikmah Kutawaringin Soreang

Hidup di atas rakit sebagai tempat ia tinggal, tentunya tak senyaman seperti kita tinggal di rumah, selalu ada saja banjir, air pasang, hembusan angin besar, dan belum lagi binatang melata yang singgah, merupakan hal yang biasa untuk mereka yang hidup dengan pola diluar kebiasaan adat manusia biasa. Namun, itulah tantangannya bagi Mang Haji Abah yang harus ia lewati dan jalani.

Yaa, jika penulis tafakuri, model hidup selama tiga tahunnya Mang Haji Abah di atas rakit, ini tentu sangat menguras kesabaran, butuh ketawakalan, harus kuatnya keikhlasan diri, dan tebalnya bentuk keimanan serta ketaqwaan kita sebagai manusia kepada sang pemilik Alam, Allah SWT.

Bagi kita manusia normal, di uji hidup prihatin saja banyak manusia yang menjerit, apalagi hidup dengan kerasnya tempaan alam, banyaknya hujatan manusia yang menganggapnya aneh, dan ini merupakan saat-saat yang harus ia jalani, dengan penuh kesabaran, dimana tak semua orang bisa dan kuat menjalani hidup penuh keperihan seperti itu,

Hidup di atas rakit bagi Mang Haji Abah, semakin menguatkan sisi ruhaninya yang semakin tertempa. Ia akhirnya lebih banyaknya mentadaburi alam yang memberi banyak hikmah dan pembelajaran buat dirinya.

Barulah setelah ada ilapat untuk menyelesaikan tugasnya menjadi penunggu Sungai Citarum, ia pun mulai membuka lahan di pinggir Sungai Citarum, tempat ia sebelumnya berada di tengah Sungai Citarum yang terkenal sungai terpanjang di Kabupaten Bandung ini.

Pinggiran Sungai Citarum saat itu sangat rimbun, dianggap angker, banyak penampakan, sehingga banyak orang tak berani ke sana bila sudah masuk waktunya malam...dan dengan kesabarannya Mang Haji Abah dan pengikutnya, pondok kecil yang awalnya ia buat, akhirnya terus berproses hingga menjadi pondok pesantren yang nyaman seperti sekarang. Hingga dari tahun 2015, pondok ini mulai banyak kedatangan para santri, yang berasal baik dari daerah setempat, maupun dari daerah lain, khususnya untuk belajar agama ke Pesantren milik Mang Haji Abah tersebut, tanpa dipungut biaya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.