DARI PONPES KE PONPES | Mengenal Mang Haji Abah dan Pesantren Hidayatul Hikmah Kutawaringin Soreang
Siapa saja yang jadi santrinya Mang Haji Abah itu ?
Bila pondok pesantren biasa, para santri yang mondok menetap di sana, adalah para santri yang memiliki kehidupan normal, dari keluarga yang mengerti agama, dan mau anaknya bertambah ilmu agamanya.
Di tempat pesantrennya Mang Haji Abah, yakni pesantren Hidayatul Hikmah, para santri terbagi dua. Ada santri anak-anak yang banyak juga anak-anak yatim dan santri dewasa.
Latar belakang dari santri yang dewasa inilah, kita bisa menjumpai beragam profesi. Ada yang bisa dikatakan besar di dunia jalanan, dunia hitam, dunia premanisme, yang akhirnya menemukan kesadaran hati, balik ingin menata diri, menata masa depannya, sehingga mereka pun akhirnya menetap dan ikut bersama Mang Haji Abah, tinggal berkhidmah di pesantren tersebut.
Selalu ada titik balik, menuju kesadaran hidup yang hakiki, apa yang dicari tak hanya duniawi yang dikejar-kejar, tapi di Pesantren Hidayatul Hikmah ini, santri betul-betul di gembleng lahir batinnya, melakukan puasa di siang hari, ibadah wajib dan sunnahnya tak terlewat. Bakda Ashar rutin manakiban, selalu ada salawatan dan dzikir di malam harinya, hingga pesantren ini hidup dari pagi hingga malam, bahkan sampai pagi harinya lagi, subhanallah.
Amaliah
Apa yang di ajarkan mang Haji Abah ?
Mang Haji Abah pada para santrinya menanamkan kebutuhan dari kita manusia, untuk bisa memberi makan ruhani dan jiwa kita, tentunya dengan melaksanakan, puasa, ibadah wajib dan sunnah, juga dzikir dengan hitungan tertentu yang mengandung makna. Artinya, tidak hanya raga saja yang selalu diberi makannya oleh diri kita, tapi ruhaninya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!