DARI PONPES KE PONPES | Mengenal Mang Haji Abah dan Pesantren Hidayatul Hikmah Kutawaringin Soreang
Dengan puasa menurut Mang Haji Abah, kita akan dikondisikan dalam keadaan kesadaran diri, kontrol penuh atas semua raga kita, sehingga kita selalu dalam keadaan terbaiknya diri pada saat itu. "Dengan demikian yang kita cari dalam keadaan diri yang di sucikan itu, mau mencari kebenaran lain, kebaikan lain, yang akhirnya melengkapi puasa yang kita lakukan, sehingga terbentuk keyakinan yang tinggi, dan mau mensyukuri nikmat atas sehat yang kita peroleh, " ungkap Mang Haji Abah saat berbincang dengan penulis.
Puasa setiap hari di Pesantren Hidayatul Hikmah, merupakan hal yang biasa, dan itu dilakukan oleh para santrinya. Banyak diantara santri niatnya untuk membayar masa lalu yang "kelam", yang puasanya penuh dengan kelalaian, sehingga pada masa mesantren di pesantren ini lah, kesadaran menebus dan membayar puasa di masa lalu yang bolong-bolong selama hidupnya, itu bisa dibayar.
Sehingga tak aneh bila ada santri dewasa yang sudah melakukan puasa selama dua tahun berturut-turut, bahkan ada yang sudah di tahun ke limanya ia berpuasa. Subhanallah.
Selain puasa, salawatan, dan dzikiran merupakan amalan yang dilakukan setiap harinya. Tiada hari tanpa salawatan dan dzikiran di Pesantren Hidayatul Hikmah ini. Ratiban, dan merayakan haul Syeh Abdul Qadir Al Jaelani.
Di sini, bila telah datang malam, maka para santri akan mengerjakan salawatan, maupun berdzikir hingga tengah malam bahkan menjelang subuh.
Sosok Mang Haji Abah
Mang Haji Abah merupakan sosok Kiai yang nyentrik, berambut panjang, wajah oval kearab-araban, dan bicaranya ceplas ceplos apa adanya. Pembawaannya selalu riang, murah senyum, dan sangat kritis menyikapi sesuatu, bahkan celetukan gurau pun ia bisa balikan jadi bahan renungan buat para santrinya.
Ia adalah keturunan langsung dari Eyang Dalem Gajah. Sosoknya sedari kecil sudah memiliki keistimewaan secara batin. Mang Haji Abah merupakan seorang pejalan ruhani, ahli suluk yang pintu kasyafnya sudah terbuka, makrifat, dan karomahnya sudah terbukti banyak menyadarkan orang-orang yang sudah keteteran dalam perjalanan menujuNya, dan mereka yang putus asa dalam hidupnya, sehingga bila bertemu dengannya, laksana membukakan gairah tauhid, dan semangat beragama kita kembali.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!