SOSOK | Abah Nanu Turun Gunung! Maestro Dunia Siap Besarkan Festival Al Jabbar

ED
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 04:16 WIB
Bagikan
SOSOK | Abah Nanu Turun Gunung! Maestro Dunia Siap Besarkan Festival Al Jabbar

Salah satu maestro seni pertunjukan Indonesia, Abah Nanu atau Mas Nanu Munajar Dahlan. /visi.news/ist

VISI.NEWS – Gelombang dukungan terhadap Festival Al Jabbar terus membesar. Setelah mendapat sambutan dari berbagai kalangan seni dan budaya, kini salah satu maestro seni pertunjukan Indonesia, Abah Nanu atau Mas Nanu Munajar Dahlan, resmi menyatakan kesiapannya bergabung dalam jajaran kepanitiaan. Bergabungnya sosok yang selama lebih dari empat dekade mengabdikan hidupnya untuk seni tradisi Sunda itu diyakini menjadi suntikan moral sekaligus kekuatan intelektual bagi festival yang diproyeksikan menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Jawa Barat.

Bagi dunia seni Indonesia, nama Abah Nanu bukanlah sosok asing. Ia merupakan koreografer, akademisi, peneliti, sekaligus pejuang budaya yang konsisten menjaga denyut kesenian Sunda agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. Karya-karyanya telah melintasi batas negara, sementara pemikirannya menjadi rujukan dalam pelestarian seni tradisi di Indonesia.

Keputusannya bergabung dengan Festival Al Jabbar dinilai sebagai langkah strategis yang dapat memperkuat posisi festival tersebut, bukan hanya sebagai ajang pertunjukan seni, tetapi juga sebagai ruang diplomasi budaya yang memperkenalkan kekayaan warisan Indonesia kepada dunia.

Empat Dekade Menjadi Penjaga Warisan Budaya Sunda

Lahir di Subang pada 6 Desember 1960, perjalanan seni Abah Nanu dimulai sejak menempuh pendidikan di Konservatori Karawitan Bandung yang kini dikenal sebagai SMKN 10 Bandung. Minat dan bakatnya terhadap seni tari kemudian membawanya melanjutkan pendidikan di Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung yang kini berkembang menjadi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Semangat belajar tidak berhenti di sana. Ia melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Magister di Universitas Gadjah Mada (UGM), memperkuat fondasi akademiknya sebagai seniman sekaligus peneliti budaya.

Sebagai dosen di ISBI Bandung, Abah Nanu dikenal bukan hanya karena kemampuan artistiknya, tetapi juga karena dedikasinya membentuk generasi baru pelaku seni. Baginya, seni tradisi bukan sekadar materi pembelajaran, melainkan identitas bangsa yang harus diwariskan secara utuh kepada generasi penerus.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.