SOSOK | Abah Nanu Turun Gunung! Maestro Dunia Siap Besarkan Festival Al Jabbar
Salah satu maestro seni pertunjukan Indonesia, Abah Nanu atau Mas Nanu Munajar Dahlan. /visi.news/ist
Ia selalu menanamkan pemahaman bahwa tari adalah bahasa budaya yang mengandung nilai sejarah, filosofi, serta karakter masyarakat yang melahirkannya.
Pemikiran itulah yang kemudian mewarnai berbagai karya dan penelitian yang dilakukannya selama puluhan tahun.
Melalui tangan dinginnya, berbagai kesenian rakyat Sunda seperti Doger Kontrak, Gaplek, Cikeruhan, hingga Topeng berhasil direvitalisasi sehingga kembali mendapat tempat di tengah masyarakat.
Abah Nanu tidak sekadar mendokumentasikan tradisi, tetapi juga menghidupkannya kembali melalui penciptaan karya-karya baru yang tetap berpijak pada nilai-nilai leluhur, namun mampu diterima oleh generasi muda.
Perjalanan panjangnya sebagai seniman juga membawanya menjadi duta budaya Indonesia di berbagai panggung internasional.
Karya-karya seni pertunjukan Sunda yang dibawanya telah tampil di Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Italia, Australia, hingga berbagai negara lainnya.
Melalui setiap penampilan tersebut, Abah Nanu memperkenalkan wajah budaya Indonesia kepada dunia sekaligus menunjukkan bahwa seni tradisi mampu berdialog dengan budaya global tanpa kehilangan jati dirinya.
Dedikasi luar biasa itu mendapat pengakuan ketika ISBI Bandung menganugerahkan penghargaan Maestro Koreografer pada 2024. Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian panjangnya dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni tari tradisional Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!