IKP Jawa Barat Turun ke 67,19, Kekerasan Jurnalis dan Tekanan Ekonomi Jadi Sorotan
VISI.NEWS – Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 mencatat skor 67,19 atau berada dalam kategori "Cukup Bebas". Angka tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan skor tahun sebelumnya yang mencapai 73,41, bahkan jauh di bawah capaian 83,02 pada 2022.
Temuan tersebut tercantum dalam Laporan Indeks Kemerdekaan Pers Tahun 2025 yang disusun Dewan Pers sebagai gambaran kondisi kemerdekaan pers di Indonesia sepanjang Januari–Desember 2024. Survei IKP Jawa Barat dilakukan pada September hingga November 2025 melalui riset data sekunder, pengisian survei menggunakan aplikasi Enketo, serta wawancara mendalam dengan 12 informan ahli dari unsur pemerintah, masyarakat sipil, dan pelaku industri media.
Laporan menyebutkan, penurunan skor IKP Jawa Barat dipengaruhi kombinasi tekanan terhadap kebebasan pers, memburuknya kondisi ekonomi industri media, hingga lemahnya penegakan hukum terhadap kasus-kasus kekerasan yang menimpa jurnalis.
Kekerasan terhadap Jurnalis Tekan Skor Lingkungan Fisik dan Politik
Dimensi Lingkungan Fisik dan Politik memperoleh skor 66,36 dan menjadi penyumbang terbesar penurunan IKP Jawa Barat.
Menurut laporan, menurunnya skor dipicu oleh sejumlah kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi di Kota Sukabumi dan Kota Bandung sepanjang 2024. Selain itu, masih banyak ditemukan praktik pembatasan peliputan di berbagai wilayah.
Dewan Pers juga mencatat adanya tekanan terhadap independensi redaksi melalui pola kerja sama iklan yang melibatkan kepentingan tertentu.
Tekanan tersebut antara lain berupa permintaan pencabutan berita, ancaman penghentian kerja sama iklan, hingga permintaan agar perusahaan media menurunkan jabatan atau mendemosi jurnalis yang dianggap merugikan pihak tertentu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!