SOSOK | Destry Damayanti, Ekonom Senior yang Kini Memimpin Bank Indonesia
Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. /visi.news/ist
VISI.NEWS — Destry Damayanti resmi menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia setelah pemerintah menetapkannya sebagai pejabat yang memimpin bank sentral menyusul diterimanya pengunduran diri Perry Warjiyo oleh Presiden Prabowo Subianto. Penunjukan tersebut dilakukan sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia yang mengatur bahwa Deputi Gubernur Senior secara otomatis menjalankan tugas gubernur apabila terjadi kekosongan jabatan.
Bagi kalangan ekonomi dan keuangan nasional, nama Destry Damayanti bukan sosok baru. Perempuan kelahiran Jakarta, 16 Desember 1963, itu dikenal sebagai ekonom senior yang memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang riset ekonomi, perbankan, pasar modal, lembaga penjamin simpanan, hingga bank sentral.
Dengan latar belakang akademik yang kuat dan rekam jejak panjang di berbagai institusi strategis, Destry dinilai memiliki pengalaman yang lengkap dalam merumuskan kebijakan ekonomi makro maupun menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Destry menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Science di bidang Regional Science dari Cornell University, New York. Pendidikan tersebut menjadi fondasi awal perjalanan kariernya sebagai ekonom yang kemudian banyak terlibat dalam penyusunan kebijakan ekonomi Indonesia.
Karier profesional Destry dimulai sebagai asisten peneliti di Harvard Institute for International Development (HIID) pada Januari hingga Agustus 1989. Setelah itu, ia menjadi peneliti di Institut Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan kemudian melanjutkan kiprahnya sebagai peneliti di Pusat Antar Universitas untuk Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Pengalamannya di dunia pemerintahan dimulai ketika bergabung dengan Badan Analisa Keuangan dan Moneter (BAKM) Kementerian Keuangan pada periode 1992 hingga 1997. Di lembaga tersebut, Destry terlibat dalam berbagai analisis kebijakan ekonomi dan keuangan negara pada masa-masa penting menjelang krisis finansial Asia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!