Bromo Ditutup, 107.000 Hektare Lahan Terbakar
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG sebelumnya telah mengingatkan adanya potensi musim kemarau yang lebih intens dan berlangsung lebih panjang di sejumlah wilayah.
Fenomena El Nino menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan karena dapat menyebabkan berkurangnya curah hujan dan meningkatkan kondisi kering di berbagai wilayah.
Bromo bukan kebakaran pertama
Kebakaran di kawasan Bromo bukan kejadian baru. Pada 2023, kebakaran besar juga pernah melanda kawasan tersebut.
Kebakaran pada 2023 dipicu oleh penggunaan flare dalam kegiatan pemotretan prapernikahan. Api kemudian membakar kawasan savana dan meluas hingga lebih dari 500 hektare.
Dibandingkan kebakaran pada 2023, luas area yang terbakar dalam kejadian kali ini masih lebih kecil. Namun, situasinya tetap mendapat perhatian karena kebakaran terjadi pada periode kemarau dengan kondisi vegetasi yang relatif kering.
Selain itu, lokasi api yang berada di medan terjal membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit.
Pemadaman mengandalkan dukungan udara
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!