Bromo Ditutup, 107.000 Hektare Lahan Terbakar
VISI.NEWS — Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan setelah kebakaran melanda kawasan savana Gunung Bromo, Jawa Timur.
Kebakaran yang mulai terjadi pada 3 Agustus 2026 itu hingga 7 Agustus telah membakar sedikitnya 127 hektare lahan. Upaya pemadaman masih dilakukan karena api berada di medan terjal dan sulit dijangkau oleh petugas di lapangan.
Dua helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu pemadaman dari udara. Namun, proses pemadaman menghadapi kendala berupa kondisi medan dan arah angin yang berubah-ubah.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan titik api berada di kawasan dengan medan curam dan berupa tebing sehingga menyulitkan petugas melakukan pemadaman secara langsung.
Petugas juga harus mempertimbangkan kondisi angin yang dapat memengaruhi arah dan kecepatan rambatan api.
Penutupan kawasan wisata
Akibat kebakaran tersebut, pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup akses wisata melalui sejumlah pintu masuk.
Tiga jalur yang ditutup meliputi Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro. Penutupan dilakukan sampai kondisi dinyatakan aman dan aktivitas kebakaran dapat dikendalikan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!