VISI | Sibuk
Agenda pertama hampir selalu sama: mengevaluasi program yang telah dilaksanakan. Mengapa kegiatan kemarin kurang maksimal? Mengapa peserta yang hadir tidak sesuai target? Apa yang harus diperbaiki? Siapa yang harus bertanggung jawab?
Pertanyaan-pertanyaan itu mengalir tanpa rasa takut. Tidak ada yang sibuk mencari kambing hitam. Tidak ada yang sibuk menyembunyikan kesalahan. Tidak ada yang merasa harga dirinya jatuh hanya karena menerima kritik. Setelah evaluasi selesai, mereka beralih pada agenda berikutnya: menyusun program baru. Ide-ide bermunculan. Ada yang ingin mengadakan bakti sosial. Ada yang mengusulkan lomba literasi. Ada yang menginginkan pelatihan kepemimpinan. Ada pula yang mengusulkan gerakan menjaga kebersihan sekolah.
Mereka berdebat. Mereka saling menyanggah. Mereka mempertahankan gagasan. Namun ketika keputusan diambil melalui musyawarah, semua kembali menjadi satu tim. Tidak ada yang meninggalkan rapat sambil membawa dendam. Tidak ada yang membuat kelompok tandingan. Tidak ada yang menyebarkan prasangka. Mereka berbeda pendapat, tetapi tetap memiliki tujuan yang sama.
Saya sering pulang dari pertemuan OSIS dengan hati yang hangat. Sebab di ruangan kecil itulah saya melihat harapan. Namun, perasaan itu sering berubah ketika membuka media sosial, membaca berita, atau menyaksikan tayangan informasi. Di luar pagar sekolah, ruang publik dipenuhi berbagai polemik. Perdebatan politik yang berkepanjangan. Kasus korupsi yang silih berganti. Perselisihan antarelit. Saling menyalahkan. Saling membela kelompok. Belum selesai satu persoalan, muncul persoalan berikutnya. Belum tuntas satu janji, lahir janji yang baru.
Masyarakat pun lelah. Bukan karena tidak mau mengikuti perkembangan. Melainkan karena terlalu sering disuguhi kegaduhan yang tidak berujung pada penyelesaian. Padahal, di balik jabatan publik selalu ada amanah yang menunggu untuk ditunaikan. Rakyat sesungguhnya tidak meminta kesempurnaan. Mereka hanya berharap pekerjaan yang dijanjikan dapat dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Pembangunan berjalan. Perekonomian membaik. Lapangan kerja terbuka. Pendidikan semakin berkualitas. Pelayanan publik semakin mudah. Itulah yang ingin dilihat masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!