LMKN dan USEA Kerja Sama Bangun Ekosistem Lisensi BGM Terintegrasi di Indonesia 21 Jul 2026 Duka Sepak Bola Inggris, Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia 21 Jul 2026 Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS 21 Jul 2026 Jadwal Timnas Voli Indonesia vs Kamboja di SEA V Cup 2026 21 Jul 2026 Enam Maskapai Ajukan Operasi di Bandara Husein Sastranegara 21 Jul 2026 Optimistis Distribusi BBM Segera Normal, Eddy Soeparno: Antrean Diperkirakan Berkurang 21 Jul 2026 Kasus Penganiayaan YTR, Polda Jabar Limpahkan Berkas ke Kejaksaan 21 Jul 2026 FIFA Kaji Usulan Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim 21 Jul 2026 18 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang, Pencarian Diperluas 21 Jul 2026 Polda Jabar Ungkap 24 Kasus Begal Sepanjang Juli 2026 21 Jul 2026 LMKN dan USEA Kerja Sama Bangun Ekosistem Lisensi BGM Terintegrasi di Indonesia 21 Jul 2026 Duka Sepak Bola Inggris, Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia 21 Jul 2026 Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS 21 Jul 2026 Jadwal Timnas Voli Indonesia vs Kamboja di SEA V Cup 2026 21 Jul 2026 Enam Maskapai Ajukan Operasi di Bandara Husein Sastranegara 21 Jul 2026 Optimistis Distribusi BBM Segera Normal, Eddy Soeparno: Antrean Diperkirakan Berkurang 21 Jul 2026 Kasus Penganiayaan YTR, Polda Jabar Limpahkan Berkas ke Kejaksaan 21 Jul 2026 FIFA Kaji Usulan Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim 21 Jul 2026 18 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang, Pencarian Diperluas 21 Jul 2026 Polda Jabar Ungkap 24 Kasus Begal Sepanjang Juli 2026 21 Jul 2026

VISI | Sehat itu Mahal

ED
Selasa, 21 Juli 2026 | 06:26 WIB
Bagikan
VISI | Sehat itu Mahal

Oleh Aep S. Abdullah

TIDAK banyak pejabat publik yang bersedia membuka persoalan besar di sektor yang menjadi tanggung jawabnya. Dalam budaya birokrasi, mengakui kelemahan sistem sering dianggap sebagai membuka kegagalan institusi. Karena itu, pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengenai harga obat di Indonesia yang bisa tiga hingga lima kali lebih mahal dibanding Malaysia menjadi sebuah pengakuan penting.

Pernyataan tersebut bukan hanya soal mahalnya harga obat. Lebih jauh, pernyataan itu membuka persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat: biaya untuk menjadi sehat di Indonesia masih terlalu mahal.

Bagi banyak keluarga Indonesia, sakit bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan ekonomi. Ketika seseorang jatuh sakit, yang dipikirkan bukan hanya bagaimana mendapatkan kesembuhan, tetapi juga bagaimana membayar biaya pengobatan, membeli obat, membayar pemeriksaan lanjutan, hingga menanggung kehilangan pendapatan akibat tidak dapat bekerja.

Kesehatan yang seharusnya menjadi hak dasar warga negara masih sering berubah menjadi beban finansial yang berat.

Obat Mahal, Sistem Bermasalah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut perbedaan harga obat Indonesia dengan Malaysia bisa mencapai 300 persen hingga 500 persen. Menurutnya, perbedaan tersebut tidak mungkin hanya dijelaskan oleh faktor pajak. Persoalan utama berada pada inefisiensi tata niaga, rantai distribusi, mekanisme pembelian, dan tata kelola perdagangan obat.

Pernyataan ini penting karena selama ini masyarakat sering mendengar berbagai alasan mengenai mahalnya harga barang kesehatan. Mulai dari biaya impor, nilai tukar rupiah, biaya produksi, hingga pajak. Semua faktor tersebut memang memiliki pengaruh, tetapi tidak cukup menjelaskan mengapa perbedaan harga bisa mencapai beberapa kali lipat dibanding negara tetangga.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.