VISI | Pesan

Desi Rossilawati
Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:12 WIB
Bagikan
VISI | Pesan

Sebagai guru, penulis mungkin tidak dapat mengubah seluruh negeri. Penulis hanya memiliki ruang kelas. Hanya memiliki papan tulis. Buku. Spidol. Dan suara yang setiap hari mencoba menyampaikan pesan. Tetapi penulis percaya, perubahan besar memang sering kali dimulai dari sesuatu yang kecil. Satu anak yang belajar jujur. Satu anak yang berani bertanya. Satu anak yang kembali membaca. Satu anak yang berhenti menyerah. Satu anak yang menemukan kembali cita-citanya. Satu anak yang kelak menjadi pemimpin yang amanah. Barangkali itulah kontribusi terbesar seorang guru.

Kepada para guru, mari kita tetap tegar. Kita boleh lelah. Kita boleh mengeluh sesekali. Kita boleh merasa keadaan tidak ideal. Tetapi ketika memasuki kelas, jangan lupa membawa cahaya. Anak-anak kita tidak membutuhkan guru yang berpura-pura bahwa semua persoalan telah selesai. Mereka membutuhkan guru yang berkata: "Keadaan memang tidak selalu mudah. Tetapi kita masih punya kesempatan untuk memperbaikinya." Itulah nutrisi. Itulah vitamin. Itulah cahaya. Dan mungkin, itulah pesan yang paling mereka butuhkan.

Suatu hari nanti, anak-anak yang sekarang duduk di hadapan kita akan menjadi orang dewasa. Mereka akan memasuki dunia yang berbeda. Mereka mungkin akan memegang jabatan. Mereka mungkin akan mengelola perusahaan. Mereka mungkin akan menjadi ilmuwan. Mereka mungkin menjadi guru. Bisa jadi mereka menjadi pemimpin negeri ini. Saat itu, kita berharap mereka mengingat satu hal: Pernah ada seorang guru yang mengajarkan bahwa kekuasaan adalah amanah. Pernah ada seorang guru yang mengatakan bahwa kejujuran tidak boleh dijual. Pernah ada seorang guru yang meminta mereka tetap memiliki mimpi ketika keadaan sedang sulit. Pernah ada seorang guru yang percaya bahwa mereka mampu memperbaiki negeri ini.

Jika pesan itu masih hidup dalam hati mereka, sesungguhnya tugas guru belum pernah sia-sia. Sebab pendidikan bukan hanya tentang apa yang peserta didik ketahui hari ini. Pendidikan adalah tentang siapa mereka kelak. Dan Indonesia 2045 bukan milik mereka yang paling banyak berbicara hari ini. Indonesia 2045 adalah milik anak-anak yang sedang kita didik. 

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.