VISI | Pesan
Penulis tidak ingin berbohong kepada peserta didik. Penulis tidak akan mengatakan bahwa negeri ini selalu baik-baik saja. Mereka juga akan melihat kenyataan. Mereka memiliki mata. Mereka memiliki telinga. Mereka membaca media sosial. Mereka mendengar percakapan orang tua. Mereka melihat harga barang. Mereka mengetahui ketika seseorang kehilangan pekerjaan. Karena itu, tidak tepat apabila guru menutup mata terhadap realitas. Tetapi ada perbedaan besar antara memberi tahu kenyataan dan menanamkan keputusasaan. Guru harus mampu mengatakan: "Ya, Nak, negeri kita sedang menghadapi banyak persoalan. Tetapi bukan berarti masa depan kalian harus ikut menjadi persoalan. Justru kalianlah yang kelak harus memperbaikinya."
Kalimat sederhana semacam itu adalah pesan. Pesan yang mungkin tidak langsung terlihat hasilnya. Tetapi bisa tinggal sangat lama dalam ingatan seorang anak.
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Indonesia pada Juni 2026 sebesar 3,34 persen secara tahunan, sementara inflasi bulanan mencapai 0,44 persen. BPS juga mencatat harga beras premium di tingkat penggilingan pada Juni 2026 rata-rata Rp14.815 per kilogram, naik 1,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Angka-angka itu mungkin terlihat sederhana di atas kertas. Tetapi bagi keluarga tertentu, kenaikan harga berarti harus menghitung ulang uang belanja. Harus memilih. Harus mengurangi. Harus menunda. Begitulah statistik menjadi kehidupan. Demikian pula persoalan pekerjaan. BPS mencatat pada Februari 2026 terdapat 147,67 juta penduduk bekerja, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka berada pada angka 4,68 persen atau sekitar 7,24 juta orang. Kementerian Ketenagakerjaan juga mencatat 23.470 pekerja ter-PHK pada Januari–Mei 2026 yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan.
Tentu angka-angka itu tidak berarti seluruh masyarakat sedang mengalami kesulitan yang sama. Bahkan data BPS menunjukkan jumlah penduduk bekerja meningkat dibandingkan Februari 2025. Namun bagi guru, setiap angka tetap memiliki wajah. Ada seorang ayah. Ada seorang ibu. Ada keluarga. Ada cicilan. Ada anak yang masih sekolah. Dan ada kecemasan tentang hari esok.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!