Sarifah Ainun Dorong Aturan Sisa Kuota Internet Tak Hangus Diperkuat Lewat Permen Komdigi 1 Sep 2026 Salah Rute, Pesawat Korea Ditembak Jet Tempur, 269 Tewas 1 Sep 2026 Semangka Bisa Bantu Lancarkan BAB, Ini Penjelasannya 1 Sep 2026 Gaji Pensiunan PNS September 2026 Cair, Ini Rinciannya 1 Sep 2026 300 Becak Listrik Prabowo Tiba di Majalengka, Ini Kriteria Penerimanya 1 Sep 2026 Polisi Ungkap Ciri-Ciri Mayat Wanita yang ditemukan dalam Kardus di Bandung 1 Sep 2026 Lansia Tewas di Jalan Raya Garut-Pameungpeuk, Diduga Dihantam Batu 1 Sep 2026 Lionel Messi Umumkan Pensiun dari Timnas Argentina 1 Sep 2026 Sidang Richard Lee Ungkap Skincare Barang Bukti Bukan dari Official Store 1 Sep 2026 Bupati Pangandaran Buka Suara Usai Terjatuh di Jembatan Pongpet 1 Sep 2026 Sarifah Ainun Dorong Aturan Sisa Kuota Internet Tak Hangus Diperkuat Lewat Permen Komdigi 1 Sep 2026 Salah Rute, Pesawat Korea Ditembak Jet Tempur, 269 Tewas 1 Sep 2026 Semangka Bisa Bantu Lancarkan BAB, Ini Penjelasannya 1 Sep 2026 Gaji Pensiunan PNS September 2026 Cair, Ini Rinciannya 1 Sep 2026 300 Becak Listrik Prabowo Tiba di Majalengka, Ini Kriteria Penerimanya 1 Sep 2026 Polisi Ungkap Ciri-Ciri Mayat Wanita yang ditemukan dalam Kardus di Bandung 1 Sep 2026 Lansia Tewas di Jalan Raya Garut-Pameungpeuk, Diduga Dihantam Batu 1 Sep 2026 Lionel Messi Umumkan Pensiun dari Timnas Argentina 1 Sep 2026 Sidang Richard Lee Ungkap Skincare Barang Bukti Bukan dari Official Store 1 Sep 2026 Bupati Pangandaran Buka Suara Usai Terjatuh di Jembatan Pongpet 1 Sep 2026

VISI | Muka Badak Pemimpin

Desi Rossilawati
Selasa, 1 September 2026 | 09:15 WIB
Bagikan
VISI | Muka Badak Pemimpin

Oleh: Drajat

ADA satu pertanyaan peserta didik yang kadang membuat seorang guru lebih lama terdiam daripada ketika menghadapi soal matematika yang sulit.

"Pak, mengapa ada orang yang sudah jelas salah, tetapi masih bisa tersenyum?" Pertanyaan berikutnya lebih tajam. "Mengapa mereka tidak malu?" Lalu seorang anak menyambung,"Bukankah kita di sekolah diajarkan bahwa mengambil sesuatu yang bukan hak kita itu salah? Mengapa kalau orang besar melakukannya, mereka masih bisa tampil percaya diri?"

Guru mungkin dapat menjawab soal persamaan linear. Guru dapat menjelaskan pecahan, geometri, peluang, bahkan rumus yang rumit. Tetapi menjawab pertanyaan tentang perilaku manusia, khususnya ketika anak-anak melihat ketidaksesuaian antara nilai yang diajarkan di sekolah dan kenyataan yang mereka saksikan, persoalannya menjadi jauh lebih dalam. Sebab yang sedang mereka pertanyakan bukan sekadar perilaku seseorang. Mereka sedang mempertanyakan kejujuran, keadilan, dan keteladanan.

Istilah "muka badak" sering digunakan masyarakat untuk menggambarkan seseorang yang dianggap tidak tahu malu, tetap tenang atau percaya diri meskipun mendapat kritik atau berada dalam situasi yang semestinya membuatnya melakukan introspeksi. Namun bagi penulis, persoalannya bukan pada wajah. Persoalannya ada pada hilangnya rasa malu sebagai rem moral. Rasa malu sesungguhnya bukan kelemahan. Ia adalah salah satu mekanisme penting dalam kehidupan sosial. Orang malu ketika berbuat salah. Orang merasa bersalah ketika merugikan orang lain. Orang meminta maaf ketika menyadari kekeliruannya. Dan orang yang memiliki amanah semestinya lebih sensitif terhadap kesalahan karena semakin besar kewenangannya, semakin besar pula dampak tindakannya terhadap masyarakat. Karena itu, ketika seorang pemimpin melakukan kesalahan, respons yang paling terhormat bukanlah mencari kambing hitam. Respons paling terhormat adalah berhenti sejenak, memeriksa diri, mendengarkan kritik, kemudian memperbaiki.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.