VISI | Merawat Keberagamaan di Tengah Perubahan
Kolaborasi dengan influencer moderat, komunitas lintas agama, pencipta konten, dan pendidik digital menjadi strategi penting untuk memastikan narasi harmoni memiliki jangkauan dan keterlibatan yang sebanding dengan konten bermuatan intoleransi. Penguatan literasi digital keagamaan menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat mampu memilah informasi dan memahami nilai keberagaman secara rasional.
Perubahan podium dakwah, dari tokoh agama tradisional ke para influencer atau selebgram, serta dari tatap muka ke ruang digital, bukan hanya perubahan teknis. Ini juga melibatkan pergeseran otoritas keagamaan dan cara masyarakat membangun makna. Tokoh agama dan ormas keagamaan tidak bisa memungkiri hal ini, namun perlu beradaptasi secara strategis tanpa kehilangan integritas moral dan keilmuan. Tokoh agama perlu memahami dasar-dasar media digital, termasuk algoritma, framing, dan etika digital, serta cara kerja platform seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan podcast (Outlook Kemenag 2026). @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!