VISI | Menunggu
Menunggu pemimpin tepat waktu. Menunggu kebijakan yang konsisten. Menunggu janji yang ditepati. Menunggu teladan yang nyata. Dan entah sampai kapan.
Menunggu sebenarnya bisa menjadi pelajaran berharga—jika disadari. Ia mengajarkan kesabaran, kerendahan hati, dan refleksi. Namun menunggu yang dipaksakan oleh kelalaian, oleh arogansi, oleh kebiasaan buruk, bukanlah pendidikan. Ia adalah pengkhianatan terhadap nilai.
Sudah saatnya kita bertanya dengan jujur: apakah kita ingin membangun bangsa yang menghormati waktu, atau bangsa yang terbiasa menunggu? Sebab masa depan tidak menunggu siapa pun. Dan bangsa yang gemar membuat rakyatnya menunggu, sesungguhnya sedang meninggalkan masa depannya sendiri.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!