VISI | Masjid dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 18 diingatkan, bahwa orang-orang yang memakmurkan masjid adalah mereka yang beriman dan menghidupkan nilai-nilai kebaikan (contohnya melalui shalat dan zakat). Artinya, memakmurkan masjid tidak cukup hanya dengan merawat bangunannya, tetapi menghidupkan fungsinya dengan berbagai kegiatan yang membawa manfaat bagi umat atau pun masyarakat.
Contohnya dalam bidang pendidikan, Masjid tidak hanya berfungisi sebagai pusat pembelajaran agama, namun masjid dapat menjadi pusat pembinaan remaja, pendidikan keluarga, literasi digital, serta literasi keuangan syariah.
Dalam bidang sosial, masjid dapat berperan sebagai pusat pelayanan umat melalui santunan dhu’afa, bantuan kebencanaan, layanan konsultasi keluarga, pendampingan lansia, penguatan solidaritas sosial masyarakat, hingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial guna memperkuat ketahanan sosial di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.
Ada pun dalam bidang ekonomi, masjid dapat menjadi penggerak pemberdayaan umat melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, pelatihan kewirausahaan, koperasi syariah, serta pendampingan usaha mikro masyarakat sekitar. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, masjid berpotensi menjadi salah satu instrumen dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan sosial.
Pada akhirnya, memakmurkan masjid bukan sekadar tentang membangun bangunan fisik yang megah, melainkan juga tentang menghidupkan fungsi dan perannya dalam kehidupan masyarakat.
Allah SWT., berfirman, “Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia adalah (Baitullah) yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam”. (QS. Ali ‘Imron [3]: 96)
Oleh karena itu, masjid yang hidup adalah masjid yang berkah, yakni masjid yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya. Ketika masjid menjadi pusat ibadah, pendidikan, sosial, dan ekonomi sekaligus, ia akan kembali menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan umat atau masyarakat sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw., di Madinah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!