VISI | Tangisan Keysa dan Pengadilan Jalanan
Oleh Idat Mustari
- Pengamat Sosial dan Keagamaan
Menurut Islam bahwa manusia dilahirkan dalam keadaa suci (fitrah). Manusia punya kecendrungan menghindarkan dirinya dari keburukan. “..akan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan... (QS. Al- Hujarat : 7). Dengan demikian secara definitif tidak ada manusia dilahirkan dengan watak penjahat. Kemudian manusia berbuat jahat karena dalam diri manusia terdapat unsur binatang yang muncul akibat lingkungan.
Interaksi antar manusia diatur dalam batas – batas dan kontrol melalui hukum supaya ia dapat hidup dengan damai, aman. Batas-batas dan aturan-aturan inilah yang membedakan kehidupan manusia dari binatang. Tanpa aturan, masyarakat akan jatuh ke dalam kondisi yang disebut Thomas Hobbes sebagai homo homini lupus (manusia menjadi serigala bagi manusia lain). Hukum menetapkan sanksi untuk menjaga ketertiban, namun hukum hanya mengendalikan perilaku luar, bukan sepenuhnya menghapus motif buruk dari dalam pikiran manusia.
Berbeda dengan binatang yang bergerak murni berdasarkan insting, manusia memiliki akal, nurani, sekaligus nafsu. Kehidupan manusia dipenuhi dualisme: ada potensi untuk kasih sayang dan tolong-menolong, tetapi ada juga potensi untuk keserakahan, kecemburuan, dan agresi. Selama dualisme sifat ini ada, potensi terjadinya pelanggaran atau kejahatan akan selalu eksis.
Mengharapkan dunia di mana 100% manusia berbuat baik tanpa ada kejahatan sama sekali adalah sebuah utopia (khayalan). Kebaikan dan kejahatan ibarat dua sisi koin yang saling mendefinisikan; kita tidak akan memahami arti "damai" dan "aman" jika tidak ada ancaman dari "kejahatan" dan "kekacauan". Oleh karena itu, tantangan bagi peradaban manusia bukanlah memusnahkan kejahatan hingga nol—karena itu mustahil—melainkan bagaimana menekan, mengontrol, dan mengelola tingkat kejahatan tersebut agar tidak merusak tatanan sosial.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!