Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur 27 Aug 2026 Lowongan Magang DPD RI 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Caranya 27 Aug 2026 Soroti Perlindungan Pemenang dan Kurator, Tonny Tesar Dorong Kepastian Hukum dalam RUU Pelelangan 27 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,723 Juta per Gram 27 Aug 2026 Soal Gempa NTT, Melchias Markus Mekeng Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Warga Rusak 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur 27 Aug 2026 Lowongan Magang DPD RI 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Caranya 27 Aug 2026 Soroti Perlindungan Pemenang dan Kurator, Tonny Tesar Dorong Kepastian Hukum dalam RUU Pelelangan 27 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,723 Juta per Gram 27 Aug 2026 Soal Gempa NTT, Melchias Markus Mekeng Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Warga Rusak 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026

VISI | Kopontren dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

ED
Kamis, 20 November 2025 | 09:08 WIB
Bagikan
VISI | Kopontren dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren
  • Santri hanya membayar Rp 350.000 per bulan untuk asrama dan makan dua kali sehari.
  • Santri dibebaskan biaya pendidikan sama sekali dengan menjadi "santri karyawan" yang membantu mengelola unit usaha.

Pemberdayaan Masyarakat:

  • Membeli garam dari petani garam lokal untuk diolah dan dikemas.
  • Mempekerjakan ribuan karyawan dari masyarakat sekitar.
  • Menjadi kakak asuh bagi 100 Kopdes/Kel Merah Putih di Lamongan dengan keuntungan bersih masing-masing sekitar Rp 15 juta per bulan.

Pengakuan: Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah pada November 2025 menyatakan akan mereplikasi model Koperasi Sunan Drajat dan menjadikannya tempat magang bagi pengurus Kopdes/Kel Merah Putih dari seluruh Indonesia. Direktur Utama Kopontren PPSD, KH Anas Alhifni (Gus Anas), menekankan bahwa kunci kesuksesan adalah inisiasi yang kuat dan melibatkan masyarakat sekitar dalam ekosistem bisnis.

3. Koperasi Pondok Pesantren Matholi'ul Anwar, Lamongan

Profil: Meskipun tidak sepopuler Al-Ittifaq atau Sunan Drajat, Kopontren Matholi'ul Anwar di Lamongan juga menunjukkan prestasi yang baik dan menjadi salah satu rujukan Kementerian Koperasi dalam pengembangan ekonomi pesantren.

Keunggulan:

  • Terintegrasi dengan program "Lamongan Nyantri" dari Pemerintah Kabupaten Lamongan.
  • Berkolaborasi dengan 474 Kopdes/Kel Merah Putih yang merupakan terbanyak di Jawa Timur.
  • 96 koperasi di antaranya beroperasi aktif di 21 kecamatan.
  • Menjadi model sinergi antara Kopontren dan Kopdes dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir Pantura.

Tantangan Dan Strategi Pengembangan Kopontren

Tantangan yang Dihadapi

1. Keterbatasan SDM Profesional: Tidak semua Kopontren memiliki SDM yang terlatih dalam manajemen bisnis modern

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.