VISI | Isra Mikraj: Jejak Langit dan Perintah Shalat

ED
Sabtu, 17 Januari 2026 | 05:55 WIB
Bagikan
VISI | Isra Mikraj: Jejak Langit dan Perintah Shalat

Sekelompok orang Quraisy kemudian mendatangi Abu Bakar dan menanyakan pendapatnya tentang pernyataan Nabi tersebut. Abu Bakar menjawab dengan tegas bahwa jika Nabi mengatakan demikian, maka itu adalah kebenaran. Ia bahkan mengulang pernyataannya di hadapan orang banyak. Atas sikap inilah Nabi Muhammad SAW memberinya gelar ash-Shiddiq, yakni orang yang membenarkan dan menyaksikan kebenaran (Muhammad, 159).

Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai apakah Isra Mikraj dialami Nabi Muhammad SAW dengan ruh dan jasad, atau dengan ruh saja, esensi terpenting dari peristiwa ini bagi umat Islam adalah pesan yang dikandungnya. Pesan itu adalah kewajiban melaksanakan shalat lima waktu sebagai asupan ruhani yang menopang inti kemanusiaan, di samping aspek fisik atau jasad. Shalat menjadi media komunikasi paling intim antara manusia dan Allah SWT, tempat kembali dan pulang yang paling sejati. Lebih jauh, peristiwa

Isra Mikraj mengingatkan bahwa keimanan kepada Allah SWT tidak semata-mata berada dalam wilayah akal dan rasio. Ia juga menyentuh wilayah ruhani, yang tidak selalu dapat, dan tidak selalu perlu dijelaskan secara rasional. Seperti halnya cinta, pengalaman ruhani bersifat batiniah, mendalam, dan hanya dapat sepenuhnya dipahami oleh mereka yang mengalaminya. Lantas, apakah Nabi Muhammad SAW mengalami Isra Mikraj dengan ruh dan jasad, atau hanya dengan ruhnya saja?

Jawaban yang paling jujur barangkali adalah bahwa hanya Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT yang mengetahui hakikatnya secara pasti, karena Nabi sendiri yang mengalaminya. Kita sebagai umat yang mencintainya hanya dapat menafsirkan peristiwa tersebut dalam dua kemungkinan, yang keduanya bisa benar atau salah, namun tetap bermakna dan berguna bagi manusia yang beriman. Wallahu a'lam. Neng Dara Affiah, sosiolog, dosen, penulis, terlibat aktif dalam kerja-kerja keagamaan dan kebudayaan serta kerja-kerja hak-hak asasi manusia, khususnya hak-hak asasi perempuan.***

  • Tulisan ini diambil dari di NU Online  Jumat, 16 Januari 2026

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.