VISI | Isra Mikraj: Jejak Langit dan Perintah Shalat

ED
Sabtu, 17 Januari 2026 | 05:55 WIB
Bagikan
VISI | Isra Mikraj: Jejak Langit dan Perintah Shalat

Setelah itu, Nabi dan Malaikat Jibril turun kembali ke Yerusalem, lalu kembali ke Makkah dengan melewati sejumlah kafilah yang bergerak ke arah selatan. Ketika Nabi tiba di Ka’bah, hari masih malam, dan beliau kemudian kembali ke rumah Umm Hani’, tempat beliau bermalam (Muhammad, 158). Isra Mikraj: Ruhani atau Jasmani? Spiritual atau Faktual? Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, terdapat beragam pandangan dalam memaknai dan menafsirkan peristiwa Isra Mikraj. Salah satu pandangan menyatakan bahwa Isra Mikraj dialami oleh Nabi Muhammad SAW sebagai pengalaman ruhani.

Pandangan ini antara lain merujuk pada pernyataan Ummu Hani’, yang meriwayatkan pengalaman Nabi pada malam tersebut. Ummu Hani’ menuturkan bahwa pada malam itu Rasulullah SAW bermalam di rumahnya. Setelah melaksanakan shalat malam, Nabi beristirahat bersama mereka. Menjelang fajar, Nabi membangunkan mereka dan setelah menunaikan shalat Subuh berjamaah, beliau berkata bahwa ia telah melaksanakan shalat malam bersama mereka di Makkah, kemudian pergi ke Baitul Maqdis dan shalat di sana, lalu kembali untuk shalat pagi bersama mereka. Ketika Ummu Hani’ menyarankan agar kisah itu tidak disampaikan kepada orang lain karena dikhawatirkan akan menimbulkan penolakan dan gangguan, Nabi menjawab bahwa peristiwa itu tetap harus disampaikan kepada umat (Sejarah Hidup Muhammad, hlm. 151–152; Muhammad, hlm. 158).

Pandangan bahwa Isra Mikraj merupakan pengalaman ruhani juga diriwayatkan dari Aisyah RA. Ia menyatakan bahwa jasad Rasulullah SAW tidak pernah hilang, melainkan Allah SWT memperjalankan Isra tersebut melalui ruh Nabi. Pendapat serupa disampaikan oleh Mu‘awiyah bin Abi Sufyan ketika ia ditanya tentang peristiwa Isra Mikraj. Ia menyebutkan bahwa peristiwa tersebut merupakan mimpi yang benar dari Allah SWT. Pendapat ini diperkuat oleh sebagian orang dengan merujuk pada firman Allah tentang mimpi yang dijadikan sebagai ujian bagi manusia (Sejarah Hidup Muhammad, hlm. 152).

Di sisi lain, terdapat pula pandangan yang menyatakan bahwa Isra Mikraj dialami Nabi Muhammad SAW dengan ruh dan jasad sekaligus. Pandangan ini antara lain disampaikan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq. Dikisahkan bahwa setelah shalat Subuh, Nabi menceritakan kepada orang-orang di Masjid tentang perjalanannya ke Yerusalem. Kaum Quraisy segera menjadikan kisah tersebut sebagai bahan ejekan, karena perjalanan Makkah–Syam pada masa itu memerlukan waktu berbulan-bulan, sementara Nabi mengaku telah melakukannya dalam satu malam.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.