BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026

VISI | Doa Jalur Langit Mengetuk Hati para Pemimpin

Desi Rossilawati
Selasa, 26 Mei 2026 | 02:43 WIB
Bagikan
VISI | Doa Jalur Langit Mengetuk Hati para Pemimpin

Oleh Drajat

ALHAMDULILLAH. Sampai hari ini negeri yang kita cintai masih berdiri. Langitnya masih menaungi kita. Tanahnya masih memberi kehidupan. Anak-anak masih berlari menuju sekolah. Dan guru-guru masih setia menyalakan cahaya ilmu di ruang-ruang kelas sederhana. Padahal jika melihat keadaan hari ini, hati sering kali terasa sesak. Bukan karena rakyat tidak sabar. Tetapi karena terlalu sering menyaksikan kenyataan yang jauh dari harapan.

Pemimpin datang membawa janji. Namun yang hadir kemudian justru kegelisahan. Ucapan demi ucapan terasa makin jauh dari denyut hati masyarakat. Rakyat diminta cukup hidup ala kadarnya. Mimpi besar perlahan dikecilkan. Bahkan untuk berharap kaya pun seperti dianggap berlebihan. Dan ketika rakyat kecewa, para pengikut kekuasaan justru sibuk memberikan pembenaran.

Namun anehnya, meski keadaan sering mengecewakan, negeri ini tetap dicintai. Karena cinta kepada tanah air bukan sekadar soal siapa yang memimpin. Ia lahir dari: kenangan, perjuangan, dan harapan bahwa suatu hari nanti bangsa ini bisa lebih baik. Sebagai guru yang telah lebih dari tiga dekade hidup di tengah peserta didik, penulis memilih tetap percaya. Percaya bahwa masa depan negeri ini belum selesai. Karena di ruang-ruang kelas itu masih ada: mata yang berbinar, semangat belajar, dan anak-anak muda yang diam-diam menyimpan mimpi besar

Sejarah selalu membuktikan: bangsa yang besar tidak lahir dari kekuasaan semata. Bangsa besar lahir dari pendidikan. Lewat pendidikan manusia: belajar berpikir, belajar membedakan benar dan salah, dan belajar membangun peradaban. Karena itu pendidikan bukan sekadar urusan sekolah. Ia adalah: jalan keselamatan bangsa. Dan guru, meski sering diabaikan, tetap menjadi penjaga jalan itu.

Tidak mudah menjadi guru di zaman seperti ini. Di satu sisi, guru mengajarkan: kejujuran, integritas, dan keberanian berpikir. Namun di luar sekolah, anak-anak melihat: kebohongan yang dipelihara, kritik yang dibungkam, dan kecerdasan yang sering dianggap ancaman

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.