VISI | Amanah Jabatan

ED
PN
Jumat, 4 September 2026 | 11:31 WIB
Bagikan
VISI | Amanah Jabatan

Ketika seseorang dipercaya menduduki posisi baru, terutama posisi manajerial atau eksekutif, organisasi sesungguhnya sedang menitipkan dua hal penting, yaitu kepercayaan dan tanggung jawab.

Karena itu, ukuran keberhasilan seseorang dalam jabatan semestinya tidak hanya dilihat dari seberapa besar kewenangan yang dimiliki atau seberapa banyak fasilitas yang diperoleh. Ukuran yang jauh lebih penting adalah seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada organisasi dan orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya.

Semakin tinggi jabatan, semestinya semakin besar pula tanggung jawabnya.

Seorang pemimpin tidak seharusnya hanya berpikir bagaimana kehidupannya menjadi lebih sejahtera karena jabatan yang dimiliki. Ia juga harus berpikir bagaimana membuat orang-orang yang dipimpinnya tumbuh, berkembang, merasa dihargai, dan memperoleh kesejahteraan.

Di situlah kualitas seorang pemimpin sebenarnya diuji.

Pemimpin yang baik tidak menjadikan jabatan sebagai alat untuk menjaga jarak dengan bawahannya. Sebaliknya, jabatan seharusnya menjadi sarana untuk semakin dekat dengan persoalan orang-orang yang dipimpinnya.

Seorang pimpinan yang hanya menikmati fasilitas jabatan tetapi tidak memahami kesulitan bawahannya pada dasarnya sedang menikmati sisi fasilitas dari jabatan tanpa menjalankan sisi amanahnya.

Dalam perspektif Islam, jabatan merupakan amanah. Amanah tersebut tidak hanya memiliki dimensi horizontal dalam kehidupan sosial dan pekerjaan, tetapi juga memiliki dimensi vertikal berupa pertanggungjawaban kepada Allah SWT.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.