VISI | Abu Bakar Ash-Shiddiq: Pedagang Kain yang Dermawan Luar Biasa

ED
Rabu, 4 Maret 2026 | 06:29 WIB
Bagikan
VISI | Abu Bakar Ash-Shiddiq: Pedagang Kain yang Dermawan Luar Biasa

Urwah RA berkata, ketika Abu Bakar masuk Islam, ia mempunyai uang sebanyak 40.000 dirham, semuanya dibelanjakan untuk Rasulullah SAW (yakni dalam keridhaan Rasulullah). Dan pada waktu hijrah, yang tersisa hanya 5.000 dirham. Artinya, 35.000 dirham (87,5 persen dari hartanya) telah dihabiskan untuk memerdekakan budak dan keperluan dakwah Islam dalam beberapa tahun saja.

Perang Tabuk: 100 Persen Harta untuk Islam

Puncak kedermawanan Abu Bakar terjadi menjelang Perang Tabuk pada tahun kesembilan Hijriah. Rasulullah SAW mengimbau umat Islam untuk menyumbang harta dan tenaga karena perjalanan sangat jauh dan musuh sangat kuat. Umar bin Khattab RA, yang juga sangat dermawan, dengan bangga membawa separuh hartanya untuk disumbangkan. Ia berpikir, "Kali ini aku akan mengalahkan Abu Bakar!" Ketika Rasulullah SAW bertanya kepada Umar, "Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?" Umar menjawab, "Separuh hartaku, ya Rasulullah." Rasulullah pun bersabda, "Baik."

Tidak lama kemudian, Abu Bakar datang dengan membawa seluruh harta bendanya kepada Rasulullah SAW. Umar bin Khattab RA berkata, "Saya mengetahui bahwa beliau telah membawa seluruh harta benda miliknya." Kemudian Rasulullah SAW bertanya kepada Abu Bakar, "Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu, wahai Abu Bakar?" Abu Bakar menjawab dengan keyakinan yang luar biasa, "Saya meninggalkan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka (saya tinggalkan dengan keberkahan nama Allah SWT dan Rasul-Nya serta keridhaan-Nya)."

Mendengar hal itu, Umar bin Khattab RA berkata dengan penuh kekaguman, "Sejak saat itu saya mengetahui bahwa sekali-kali saya tidak dapat melebihi Abu Bakar. Demi Allah, aku tak pernah bisa mengungguli Abu Bakar dalam segala hal, selamanya." Rasulullah SAW sendiri mengakui keistimewaan Abu Bakar. Beliau bersabda, "Tidak seorang pun yang telah berbuat baik kepadaku dan aku belum membalas kebaikannya. Tetapi kebaikan Abu Bakar RA menjadi tanggung jawabku (beliau tidak bisa membalasnya). Allah SWT sendirilah yang akan membalas kebaikannya pada hari Kiamat. Harta seseorang tidak memberikan manfaat bagiku sebanyak manfaat yang diberikan oleh harta Abu Bakar RA."

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.