VISI | Abu Bakar Ash-Shiddiq: Pedagang Kain yang Dermawan Luar Biasa
Oleh Nuslih Jamiat
DI PUSAT perdagangan Makkah yang sibuk, seorang pedagang muda tampak menutup kesepakatan dagang dengan jujur dan profesional. Ia dikenal luas sebagai pedagang tekstil yang sangat sukses, sering bepergian ke Suriah, Yaman, dan berbagai negeri untuk berdagang. Hartanya mencapai 40.000 dirham—setara dengan 94 miliar rupiah di masa itu—menjadikannya salah satu hartawan termuda di Makkah. Namun, yang lebih luar biasa bukan kekayaannya, melainkan kedermawanannya. Namanya: Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Ketika Islam datang, seluruh kekayaannya habis untuk mendukung dakwah Rasulullah SAW. Bahkan dalam dua peristiwa besar—hijrah ke Madinah dan Perang Tabuk—Abu Bakar menyedekahkan SEMUA hartanya tanpa menyisakan sedikit pun untuk keluarganya. Ketika ditanya, "Apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?" Ia menjawab dengan penuh keyakinan, "Allah dan Rasul-Nya."
Inilah sosok yang mengajarkan bahwa sukses dunia adalah untuk bekal akhirat, bahwa rezeki adalah amanah bukan untuk ditimbun, dan bahwa kedermawanan sejati bukan hanya memberi sisa, tetapi memberi dari apa yang paling dicintai.
Baca juga VISI | Bisnis Rasulullah: Profit untuk Dakwah dan Kesejahteraan Umat VISI | Memuliakan Tamu dan Mitra Bisnis: Customer Service Excellence ala RasulullahKisah: Abu Bakar Hartawan Makkah yang Bisnis Kain/Tekstil
Abu Bakar Ash-Shiddiq, dengan nama asli Abdullah bin Abu Quhafah, lahir di Makkah pada tahun 573 Masehi dari keluarga terhormat Bani Taim, suku Quraisy. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia perdagangan. Pada usia 10 tahun, ia sudah berani menemani ayahnya berdagang ke Suriah. Bisnis keluarganya adalah perdagangan kain dan tekstil, dan Abu Bakar meneruskan tradisi ini dengan sangat sukses.
Memulai karir bisnisnya sejak remaja dengan modal awal 40 dirham untuk berdagang ke Basyra, Abu Bakar terus berusaha keras dan pantang menyerah. Bidang olah tekstil adalah bisnis yang ditekuninya. Dari kegiatan berdagang tersebut, Abu Bakar memperluas cakupan wilayah dagangnya dengan pergi dalam perjalanan bisnis ke Yaman, Suriah, dan tempat lainnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!