Realisasi Anggaran ATR/BPN Capai 95,73 Persen, DPR Minta Penguatan Akuntabilitas Kinerja 17 Jul 2026 Pelaku Jual HP dan Gadaikan Motor Korban Pembunuhan di Sagaranten 17 Jul 2026 Mayat Perempuan di Kebun Jati Sagaranten Merupakan Korban Pembunuhan 17 Jul 2026 Mayat Bayi dalam Kantong Ditemukan di Sungai Cipelang Sukabumi 17 Jul 2026 Melihat Antusias Siswa Sukabumi Ikuti Edukasi Mitigasi Bencana di Masa MPLS 17 Jul 2026 Bupati Jember Tegaskan Sekolah Bersih dari Titipan dan Pungli 17 Jul 2026 Sejumlah Desa di Sukabumi Ajukan Bantuan Air Bersih Dampak Kekeringan 17 Jul 2026 Tiket Final Spanyol Vs Argentina Tembus Rp1 Miliar 17 Jul 2026 Super Air Jet Siapkan Delapan Rute Langsung dari dan ke Bandara Husein Bandung 17 Jul 2026 Kejagung Sebut Febrie Tersangka di Kasus Korupsi dan TPPU Asabri 17 Jul 2026 Realisasi Anggaran ATR/BPN Capai 95,73 Persen, DPR Minta Penguatan Akuntabilitas Kinerja 17 Jul 2026 Pelaku Jual HP dan Gadaikan Motor Korban Pembunuhan di Sagaranten 17 Jul 2026 Mayat Perempuan di Kebun Jati Sagaranten Merupakan Korban Pembunuhan 17 Jul 2026 Mayat Bayi dalam Kantong Ditemukan di Sungai Cipelang Sukabumi 17 Jul 2026 Melihat Antusias Siswa Sukabumi Ikuti Edukasi Mitigasi Bencana di Masa MPLS 17 Jul 2026 Bupati Jember Tegaskan Sekolah Bersih dari Titipan dan Pungli 17 Jul 2026 Sejumlah Desa di Sukabumi Ajukan Bantuan Air Bersih Dampak Kekeringan 17 Jul 2026 Tiket Final Spanyol Vs Argentina Tembus Rp1 Miliar 17 Jul 2026 Super Air Jet Siapkan Delapan Rute Langsung dari dan ke Bandara Husein Bandung 17 Jul 2026 Kejagung Sebut Febrie Tersangka di Kasus Korupsi dan TPPU Asabri 17 Jul 2026

Trump Hentikan Dana Rp29 Triliun yang Kontroversial, Ditekan Partai Sendiri

ED
PN
Selasa, 2 Juni 2026 | 09:15 WIB
Bagikan
Trump Hentikan Dana Rp29 Triliun yang Kontroversial, Ditekan Partai Sendiri

VISI.NEWS | WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan menghentikan sementara rencana pembentukan dana kontroversial senilai 1,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp29 triliun yang sebelumnya disiapkan untuk memberikan kompensasi kepada korban dugaan “penyalahgunaan kekuasaan” pemerintah. Keputusan tersebut muncul setelah gelombang kritik tidak hanya datang dari Partai Demokrat, tetapi juga dari sejumlah anggota Partai Republik.

Laporan sejumlah media Amerika Serikat pada Senin (1/6/2026) menyebutkan bahwa dana yang dikenal sebagai “anti-weaponisation fund” untuk sementara dihentikan meski hingga kini Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait keputusan tersebut.

Media Axios menjadi yang pertama melaporkan perkembangan tersebut dengan mengutip seorang pejabat senior yang menyebut rencana dana itu “mati untuk saat ini”.

Dana sebesar 1,8 miliar dolar AS tersebut diumumkan bulan lalu sebagai bagian dari penyelesaian gugatan antara Trump dan Internal Revenue Service (IRS), lembaga perpajakan Amerika Serikat yang berada di bawah cabang eksekutif pemerintahannya sendiri.

Berdasarkan dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS, dana tersebut dirancang untuk memberikan kompensasi kepada individu yang dianggap menjadi korban “lawfare” atau penggunaan instrumen hukum untuk tujuan politik serta korban dugaan “weaponisasi” lembaga pemerintah.

Berawal dari Gugatan Trump terhadap IRS

Kontroversi bermula ketika Trump menggugat IRS pada Januari 2026 dengan tuntutan ganti rugi mencapai 10 miliar dolar AS.

Trump menuduh IRS bertanggung jawab atas kebocoran dokumen pajaknya yang kemudian dipublikasikan oleh media investigasi Amerika sejak 2020.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.