Sejumlah Desa di Sukabumi Ajukan Bantuan Air Bersih Dampak Kekeringan
Penyaluran air bersih di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi./visi.news/ist.
VISI.NEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebut sejumlah desa mulai terdampak kekeringan seiring musim kemarau yang kini melanda. Dampak yang dirasakan di antaranya menurunnya debit air dari sumur maupun sumber air lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki mengatakan desa yang terdampak kekeringan telah mengajukan permohonan bantuan distribusi air bersih kepada BPBD.
Namun Eki tidak merinci desa mana saja yang meminta bantuan air bersih, dia hanya menyebut desa yang ada di Kecamatan Cikembar, Cibadak, Cicurug, dan Nyalindung.
"Telah ada beberapa desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada kami dari 47 Kecamatan. Mungkin kemarin baru empat kecamatan yang mengajukan permohonan air bersih. Yang pertama adalah Kecamatan Cikembar, kemudian juga Kecamatan Cibadak, Cicurug dan Nyalindung," ujarnya.
Eki menjelaskan, distribusi air bersih dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas sekitar 5.000 liter. Sedangkan jumlah air yang didistribusikan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing desa. Ada yang hanya sekali pengiriman yakni 5.000 liter atai hingga tiga kali pengiriman sekitar 15.000 liter.
Menurut Eki, setiap desa yang mengajukan bantuan umumnya memiliki sekitar 200 hingga 300 kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Distribusi dilakukan hingga ke titik-titik yang telah ditentukan pemerintah desa, seperti di tingkat RW.
Eki menjelaskan, BPBD Kabupaten Sukabumi memiliki dua unit truk tangki air. Namun saat ini, hanya satu unit yang beroperasi karena satu truk membutuhkan perbaikan. Kondisi tersebut membuat pendistribusian air bersih kepada masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi menjadi terbatas."
"Kita memang ada dua truk tangki air. Tapi yang satu lagi harus diperbaiki terlebih dahulu sehingga kapasitas untuk memberikan bantuan kepada warga se-Kabupaten Sukabumi itu sangat sulit," ungkapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!