Soroti Distribusi BBM di Kalbar, Gulam Sharon: B50 Bisa Tekan Biaya Angkut
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Nasdem Gulam Mohamad Sharon./visi.news/ist.
Potensi tersebut, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk membangun ekosistem produksi biodiesel yang lebih dekat dengan titik distribusi BBM.
Karena itu, Sharon mendorong EBTKE mengembangkan mesin pengolahan yang efisien sehingga produksi biodiesel tidak harus terpusat di satu wilayah.
"Kalau bisa nanti EBTKE punya mesin yang efisien untuk mengubah ini, bisa di tiap depot atau di tiap kabupaten, di titik-titik sebarannya," ujarnya.
Politisi Partai Nasdem asal Kalbar tersebut menyatakan bila konsep tersebut juga dapat diterapkan di wilayah Kalimantan lainnya. Ia menyebut Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur juga menghadapi tantangan distribusi BBM, terutama pada kondisi musim kemarau.
"Ini bukan hanya terjadi di Kalbar. Ini terjadi juga di Kalteng, Kaltim pada saat musim kemarau agak sulit untuk mendistribusikan BBM-nya," katanya.
Selain persoalan biaya transportasi, Sharon turut menyoroti mekanisme pengaturan kuota BBM hingga tingkat SPBU. Ia mengusulkan agar pengaturan distribusi BBM hingga masing-masing SPBU lebih banyak dilakukan oleh Pertamina.
Menurut Sharon, BPH Migas cukup melakukan pengaturan pada tingkat kabupaten atau kecamatan, sedangkan distribusi hingga titik SPBU dapat dikelola Pertamina.
"Saya mengusulkan ini dikembalikan lagi ke Pertamina. Jadi cukup BPH itu sampai kabupaten saja atau kecamatan. Sisanya per titik SPBU itu nanti bisa dilakukan oleh Pertamina sendiri," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!