Solo Rayakan Gamelan Masuk Daftar Representatif Budaya Tak Benda UNESCO
Untuk merayakan penyerahan sertifikat gamelan sebagai The Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity dari UNESCO ke Pemerintah Indonesia, di Kota Solo akan digelar pertunjukan gamelan, terdiri dari "Gamelan D’Eselon", "Konser Tribute to Rahayu Supanggah", dan "Konser Paramagangsa Silang Gaya Nusantara."
Pertunjukan di halaman Balai Kota Solo, pada Jumat (16/9/2022) malam, merupakan selebrasi terhadap pengakuan UNESCO dengan tema “Mahambara Gamelan Nusantara: Gamelan Indonesia untuk Dunia”.
Sebanyak 200 seniman yang mewakili berbagai gaya musikal nusantara, akan terlibat dalam pertunjukan akbar tersebut.
Kepala Pusat Studi Gamelan ISI Surakarta itu, menambahkan, dalam Konser Tribute to Rahayu Supanggah akan disuguhkan 8 karya Pak Panggah, yaitu “Kebogiro Dayohe Teka”, “Amartya”, “Duet”, “Kartini”, “Tutur Tinutur”, “Escargo”, “Jo Dirasakno”, dan “Lintang Rembulan”.
Sedangkan Konser Paramagangsa yang merupakan pertunjukan kolaborasi antar-komunitas gamelan dengan berbagai perangkat gamelan dari berbagai daerah di Indonesia.
Repertoar gending pakurmatan atau penghormatan yang akan ditampilkan, merupakan rangkaian gending, yakni “Adangiyah”, “Pakurmatan”, “Klumpuk”, “Gati Taruna”, “Parisuka”, “Brajadenta” atau “Tabuh Gesuri”, “Tigo Sapilin”, “Serseh”, “Aru To’barani”, “Angleng Bendrong”, “Ka Abdi”, “Sepuluh-Wolu”, “Pasaya”, “Daredesan”, dan “Arus Monggang." @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!