Banjir Kota Solo Surut, Seorang Lansia Meninggal di Pengungsian
VISI.NEWS | SOLO - Genangan banjir yang merendam Kota Solo dan sekitarnya beberapa hari terakhir, pada Sabtu (18/2/2023) surut, setelah sejak Jumat tidak turun hujan lebat seperti sehari sebelumnya.
Sebagian besar pengungsi yang ditampung di berbagai lokasi, juga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing dan membersihkan sisa-sisa bekas banjir.
Di sejumlah tempat pengungsian, seperti di Kelurahan Joyontakan dan Kelurahan Kedunglumbu, masih ada pengungsi yang terdiri dari anak-anak dan ora lanjut usia (Lansia).
Di antara pengungsi lansia yang ditampung di Kelurahan Kedunglumbu, bernama Thamrin (80), pada Jumat (17/2/2023) petang dilaporkan meninggal dunia di pengungsian karena usia tua. Selain seorang korban meninggal tersebut, sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa dalam bencana banjir akibat meluapnya Bengawan Solo itu.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Sabtu petang menyalurkan bantuan untuk penanganan korban banjir di Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo.
Bantuan yang diserahkan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, kepada Sekda Pemkot Solo Ahyani dan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Balai Kota Solo, masing-masing berupa selimut (2.500), matras (2.500) paket sembako (2.000), hygiene kit (1.000), alat kebersihan (1.000), tenda keluarga (200), tenda 6 X 12 meter persegi (5), perahu polietilen (2) dan uang tunai senilai Rp 500 juta.
Sekda Pemkot Solo sebagai Kepala BPBD ex officio, Ahyani, melaporkan jumlah warga terdampak sebanyak 21.848 orang, 4.440 orang di antaranya diungsikan.
Sedangkan rumah terdampak sebanyak 1.525 di 14 kelurahan, meliputi 4 kecamatan. Permukiman terendam banjir antara 30 - 150 sentimeter.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!