SKETSA | Rubel
Oleh Syakieb Sungkar
NAMPAKNYA Perang Ukraina akan berkembang menjadi Perang Global. Perang yang semula antar dua negara kemudian berkembang menjadi perang banyak negara. Mulanya Rusia melawan Ukraina, kemudian rakyat Ukraina mengungsi ke Polandia, sehingga berkembang menjadi Rusia perang dengan Polandia. Karena Polandia adalah anggota NATO maka negara-negara NATO akan membela Polandia. Akibatnya Rusia akan berperang dengan NATO. Peperangan dengan NATO akan membuat Amerika ikut campur sehingga perang tanding Rusia – Amerika terjadi. China yang tidak mau Amerika menang, akan ikut-ikutan turun ke gelanggang membantu Rusia. Sehingga Amerika yang sudah lama dendam dengan China karena kalah dalam perang dagang, mempunyai kesempatan memerangi China secara fisik. China pun akan menurunkan anjing gila peliharaannya selama ini, yaitu Kim Jong Un. Jong Un akan mengarahkan rudalnya ke California. Bisa jadi rudal itu akan kesasar ke Jepang, mengingat teknologi Korea Utara belum sebegitu canggih. Sehingga Jepang menjadi berperang dengan Korea Utara. Peperangan itu akan membuat Amerika memerintahkan Korea Selatan, kacungnya yang sudah banyak dibantu sejak tahun 1952, agar menyerang Korea Utara. Tidak cukup sampai di situ, kapal induk Amerika akan mendarat di Taiwan, mempersenjatai angkatan bersenjata negeri yang kecil itu untuk mengebom China yang jaraknya hanya sejengkal.
Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia selama ini negeri netral, ia butuh gandum dan minyak murah. Minggu lalu Dubes Rusia, yang surplus gandum dan minyak bumi, sudah mendatangi Menlu Indonesia untuk menawarkan barang-barang murah tersebut. Tentu saja hal itu disambut baik, mengingat angka-angka inflasi sudah membumbung naik. Tetapi upaya Indonesia untuk menyelamatkan bangsanya dari krisis gandum itu tidak dianggap sebagai hal yang netral oleh Barat. Tetap membeli barang ke Rusia yang sedang diembargo Amerika dan Eropa dianggap sebagai memihak Timur . Karenanya Belanda cari gara-gara, kapal Pertamina yang sedang membawa minyak dari Rusia kemudian ditangkap oleh kapal Greenpeace dan disandera di perairan Belanda. Greenpeace? Bukannya Greenpeace selama ini ngurusin lingkungan hidup dan netral? Oh bukan, Greenpeace itu ternyata antek Barat, kepanjangan tangan dari masa penjajahan dulu. Makanya Greenpeace selalu mengganggu Indonesia kalau sedang membangun infrastruktur, alasannya mencemari lingkungan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!