SKETSA | Rubel
Menurut data yang ada, selama ini untuk memenuhi kebutuhan minyak dan gasnya, pihak Uni Eropa harus membayar sekitar 660 juta dolar Amerika Serikat (US$) per hari ke Rusia. Jika Uni Eropa masih membeli minyak dan gas Rusia berarti mereka harus membayarnya dengan menggunakan mata uang Rubel. Apabila dibayar dengan Rubel, maka yang harus dibayar sekitar (hari ini 1 dolar = 85 Rubel) 660.000.000 × 85 = 56.100.000.000 atau 56.1 miliar Rubel. Permasalahannya adalah Uni Eropa tidak memiliki Rubel, lalu dari mana pihak Uni Eropa mendapatkan mata uang Rubel?
Di sinilah permainan indahnya Putin dan Rusia. Uni Eropa harus terlebih dahulu membeli Rubel dengan Dolar atau Euro. Dan, kemana mereka harus membeli Rubel? Ya, ke Rusia. Pihak Uni Eropa harus meminta Bank Sentral Rusia untuk menjual Rubelnya. Dengan demikian, cadangan mata uang Rusia akan naik atau bertambah. Permasalahan lainnya adalah bagaimana mungkin proses jual beli mata uang tersebut bisa terlaksana dengan cepat sedangkan Rusia sudah diblok dari Sistem Swift (sistem transfer antar bank luar negeri)?
Nah, kalau sudah begini, kebangkrutan Uni Eropa, Inggris dan Amerika Serikat dimulai. Rusia tinggal memberitahu pihak Uni Eropa bahwa Rubel bisa dibeli dengan emas sebagai pengganti dolar dan Euro. Emas sebagai pengganti tidak diukur dengan dolar tetapi diukur atau dinilai dengan Rubel. Emas yang dimaksud adalah emas batangan bukan emas seperti cincin, kalung, anting-anting dan gelang. Sekali lagi, emas batangan. Demikian menurut Kanzul Ummal. Tetapi bisa saja kan sistem Swift dihidupkan kembali walau hal ini jadi melanggar blokade Amerika. Namanya juga situasi lagi dharurooth.
Saat ini harga emas berkisar 60 dolar per gram atau jika dikonversi ke Rubel berarti 5.100 Rubel. Untuk membayar minyak dan gas, Uni Eropa butuh uang sekitar 56.1 miliar Rubel. Artinya karena tidak punya uang Rubel maka sebagai penggantinya adalah Bank Sentral Uni Eropa harus menyediakan emas batangan sekitar 11 ton setiap harinya. Dan jika ini benar-benar terjadi, bisa dipastikan persediaan emas batangan di Uni Eropa akan habis. Habisnya emas batangan, secara otomatis habisnya nilai mata uang Euro ! Woouw... Ini baru transaksi minyak dan gas. Belum lagi sektor lainnya. Rusia adalah penghasil gandum, pupuk, dan bahan tambang lainnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!