SKETSA | Rubel
Amerika juga masih cukup menarik bagi dunia karena pasar ekuitas AS adalah pasar saham terbesar dan paling likuid di dunia, sehingga modal asing terus mengalir ke negara itu. Aliran uang asing untuk investasi tumbuh sebesar 77% menjadi sekitar $ 1,65 triliun pada tahun 2021, sehingga investasi di Amerika melonjak 114% menjadi $ 323 miliar, menurut Konferensi Perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tetapi jangan girang dulu, sejak awal 2022, indeks saham Amerika mencetak kinerja terburuk dalam dua tahun terakhir. Inflasi yang melonjak, invasi Rusia ke Ukraina, dan percepatan rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve menciptakan serangkaian kesulitan bagi investor. Rintangan tersebut akan berlanjut hingga pertengahan tahun ini. Kerusuhan geopolitik: Invasi Rusia ke Ukraina telah mengejutkan pasar di seluruh dunia. Kerusuhan geopolitik telah bergejolak melalui pasar energi, komoditas, dan bahkan masalah kerawanan pangan.
Josh Leonardi, direktur TD Securities yang berbisnis di pasar komoditas, suka bermain dengan gandum. Sekitar seperempat pasokan gandum dunia berasal dari Rusia dan Ukraina. Ia melihat kuota di masa depan untuk tanaman ini sangat terbatas karena pasokan menjadi langka sementara permintaan tetap sama. Walau demikian, bagi Josh, berbisnis dengan bahan pangan jauh lebih baik ketimbang bertaruh pada minyak dan energi, karena komoditas tersebut sangat fluktuatif dan reaktif terhadap pembaruan berita. Jadi inilah saatnya untuk melihat aset real sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Itu berarti sebaiknya berinvestasi dalam komoditas, real estate, tanah, peralatan, dan sumber daya alam. Minat dalam investasi real estate meledak, katanya. “Saya tidak tahu apakah ada yang lebih panas di pasar saat ini. Inilah saat berinvestasi di pasar, lihatlah perusahaan yang menghasilkan uang dari lonjakan inflasi.” Bank mendapatkan lebih banyak uang karena suku bunga naik dan mereka mendapat untung dari spread yang lebih luas. Perusahaan dengan kebutuhan modal rendah juga merupakan taruhan yang bagus. Kenaikan suku bunga: Federal Reserve mungkin akan agresif dalam menaikkan suku bunga ke depan, kata Liz Anne Sonders, direktur pelaksana dan kepala strategi investasi di Charles Schwab. The Fed akan terus menaikkan suku bunga untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi. Itu berarti risiko resesi ekonomi akan datang sebentar lagi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!