Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Rubel

ED
Kamis, 7 April 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Rubel

Tetapi dengan kekuatan dolar yang besar itu datang tanggung jawab besar untuk Amerika. Ketika Amerika menggunakan senjata pemusnah massal , senjata ekonomi, orang menjadi ketakutan. Untuk melindungi diri dari nasib yang sama seperti Rusia, negara-negara lain mendiversifikasi investasi mereka dari dolar AS ke mata uang lain. Di situlah status mata uang cadangan Amerika bisa mengalami masalah. Mempersenjatai dolar, kata ahli strategi Bank of America, Michael Hartnett, dapat menyebabkan penurunan nilai. “Balkanisasi sistem keuangan global” mengikis peran Amerika sebagai mata uang cadangan, tambahnya.

Sebuah makalah penelitian baru oleh Dana Moneter Internasional menemukan bahwa porsi dolar dalam cadangan internasional telah menurun selama dua dekade terakhir, dimulai ketika Amerika Serikat perang melawan teror di Timur Tengah. Seperempat dari cadangan telah bergeser dari dolar ke Yuan China, dan tiga perempat lainnya telah pindah ke mata uang negara-negara yang lebih kecil. Hal ini memberikan petunjuk tentang bagaimana masa depan sistem cadangan internasional nantinya. Demikian makalah tersebut ditulis oleh Serkan Arslanalp dari IMF. Rusia dan China juga sedang mengarahkan evolusi sistem cadangan internasional dari dolar ke Rubel dan Yuan.

Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu mengancam akan mengakhiri ekspor gas ke negara-negara yang tidak membuka rekening di bank Rusia dan tidak membayar dalam Rubel. Uni Eropa selama ini 40% gasnya dan 30% minyaknya bergantung pada Rusia. Arab Saudi, sementara itu, sedang dalam pembicaraan dengan Beijing untuk menerima Yuan alih-alih dolar untuk penjualan minyak ke China. Jadi, apakah kekaisaran dolar akan berakhir? Perkembangan dua tahun terakhir telah mengajari kita bahwa kemerosotan dolar AS akan terus terjadi, walau Amerika masih belum kehilangan hak istimewanya itu. Walau China telah mendorong Yuan selama bertahun-tahun namun baru sekitar 3% dari transaksi global dilakukan dalam mata uang itu dibandingkan dengan 40% untuk dolar.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.