SKETSA | Rubel
Tetapi dengan kekuatan dolar yang besar itu datang tanggung jawab besar untuk Amerika. Ketika Amerika menggunakan senjata pemusnah massal , senjata ekonomi, orang menjadi ketakutan. Untuk melindungi diri dari nasib yang sama seperti Rusia, negara-negara lain mendiversifikasi investasi mereka dari dolar AS ke mata uang lain. Di situlah status mata uang cadangan Amerika bisa mengalami masalah. Mempersenjatai dolar, kata ahli strategi Bank of America, Michael Hartnett, dapat menyebabkan penurunan nilai. “Balkanisasi sistem keuangan global” mengikis peran Amerika sebagai mata uang cadangan, tambahnya.
Sebuah makalah penelitian baru oleh Dana Moneter Internasional menemukan bahwa porsi dolar dalam cadangan internasional telah menurun selama dua dekade terakhir, dimulai ketika Amerika Serikat perang melawan teror di Timur Tengah. Seperempat dari cadangan telah bergeser dari dolar ke Yuan China, dan tiga perempat lainnya telah pindah ke mata uang negara-negara yang lebih kecil. Hal ini memberikan petunjuk tentang bagaimana masa depan sistem cadangan internasional nantinya. Demikian makalah tersebut ditulis oleh Serkan Arslanalp dari IMF. Rusia dan China juga sedang mengarahkan evolusi sistem cadangan internasional dari dolar ke Rubel dan Yuan.
Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu mengancam akan mengakhiri ekspor gas ke negara-negara yang tidak membuka rekening di bank Rusia dan tidak membayar dalam Rubel. Uni Eropa selama ini 40% gasnya dan 30% minyaknya bergantung pada Rusia. Arab Saudi, sementara itu, sedang dalam pembicaraan dengan Beijing untuk menerima Yuan alih-alih dolar untuk penjualan minyak ke China. Jadi, apakah kekaisaran dolar akan berakhir? Perkembangan dua tahun terakhir telah mengajari kita bahwa kemerosotan dolar AS akan terus terjadi, walau Amerika masih belum kehilangan hak istimewanya itu. Walau China telah mendorong Yuan selama bertahun-tahun namun baru sekitar 3% dari transaksi global dilakukan dalam mata uang itu dibandingkan dengan 40% untuk dolar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!