SKETSA | Gojek
Saat ini transaksi per tahun Gojek sudah mencapai Rp 200 Trilyun dan tumbuh 10% per tahun. Dengan bergabungnya Tokopedia maka valuasi total menjadi Rp 243 T. Di mana jumlah mitra driver lebih dari 2 juta dan Gojek mempunyai 11 juta mitra pedagang, serta 40 juta pengguna. Di balik merger Gojek dan Tokopedia, ada dukungan 20 investor kakap lokal maupun asing. Investor tersebut antara lain, Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, dan Northstar. Ada pula investor Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital, Softbank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa, dan Warburg Pincus.
Ide Gojek muncul karena Nadiem mengalami kesulitan ketika ojek pangkalan kerap sulit dicari ketika dibutuhkan. Sementara saat tidak dicari, justru ojek banyak terlihat. Tingginya tarif ojek yang kerap diterimanya membuat banyak pertanyaan seputar ojek dan kesejahteraan pengemudinya. Dalam perbincangan dengan ojek langganannya, Nadiem tersadar bahwa permasalahan tentang jasa ojek adalah problem fundamental. Ada supply dan demand yang tidak seimbang. Ia akhirnya mendapatkan ide membuat inovasi bagaimana orang bisa dengan mudah memesan ojek melalui ponsel tanpa harus repot ke pangkalan ojek. Terlebih lagi, tidak semua orang lokasinya dekat dengan pangkalan ojek. Tukang ojek sendiri tidak harus mangkal. Bagi penumpang, menggunakan ojek juga lebih aman karena jelas dan terdaftar. Nadiem mengaku, idenya ini juga sejalan dengan salah satu tugas kuliah ketika mengambil master di Harvard Business School. Saat awal merintis bisnis, ia hanya memiliki 10 karyawan dan 20 tukang ojek.
Bagi Nadiem, awal mendirikan Gojek merupakan masa yang penuh dengan tantangan. Salah satu kendala utamanya adalah sulitnya merekrut para pengojek untuk bergabung. Maklumlah, saat itu brand Gojek belum dikenal seperti sekarang. Nadiem pun terjun langsung merekrut tukang ojek. Ia kerap turun ke jalan, tempat para tukang ojek mangkal. Ia banyak menghabiskan waktu dengan mengobrol hingga membelikan mereka kopi dan rokok. Setelah rajin melakukan pendekatan, akhirnya banyak dari mereka bersedia bergabung di Gojek. Semua kerja kerasnya itu tidak sia-sia. Dalam waktu singkat Go-Jek juga sudah melebarkan sayapnya ke kota-kota besar di Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!