Asosiasi Ojol Tolak Merger Gojek-Grab: Ancam Nasib Mitra Pengemudi
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 13 Mei 2025 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Rencana penggabungan dua perusahaan besar ride-hailing di Indonesia, Gojek dan Grab, menuai penolakan keras dari asosiasi pengemudi ojek online Garda Indonesia. Ketua Umum Garda, Raden Igun Wicaksono, menyatakan bahwa merger tersebut dapat mengancam keberlangsungan mitra pengemudi di seluruh Indonesia.
"Secara resmi Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua menolak keras mega akuisisi atau merger Gojek dan Grab," ujar Igun dalam pernyataan resminya, Selasa (13/5/2025).
Menurut Igun, aksi korporasi seperti merger berpotensi memicu efisiensi besar-besaran yang bisa berujung pada pemutusan kemitraan secara sepihak. Ia menyebutkan bahwa dalam situasi seperti ini, pengemudi ojol yang paling rentan terdampak.
"Cepat atau lambat, aksi merger korporasi akan mengambil langkah efisieni, maka besar ancaman pemutusan kemitraan sepihak terhadap para mitra pengemudi ojek online dari dua korporasi yang merger ini," katanya.
Selain itu, Garda Indonesia menyoroti bahwa kinerja kedua perusahaan dalam memberikan jaminan sosial kepada mitra dinilai belum memadai. Igun juga memperingatkan potensi timbulnya monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat jika merger benar-benar terjadi.
Spekulasi mengenai merger ini mencuat setelah kantor berita Reuters mengabarkan bahwa Grab tengah mengincar operasional Gojek. Laporan tersebut menyebutkan bahwa GoTo akan menjual unit bisnis transportasinya kepada Grab, sementara divisi keuangan tetap dipertahankan. Negosiasi kabarnya sudah berjalan lebih dari setahun dan kesepakatan bisa diumumkan pada kuartal kedua tahun ini.
Berdasarkan data Euromonitor International, jika merger ini terjadi, entitas gabungan Gojek dan Grab akan menguasai hingga 85 persen pangsa pasar ride-hailing di Indonesia, yang nilainya ditaksir mencapai US$8 miliar. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!