SKETSA | Gojek

ED
Selasa, 17 Mei 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Gojek

Oleh Syakieb Sungkar

KETIKA di 2010 saya membaca berita ada MBA lulusan Harvard Business School tahun 2009 ingin ngurusin tukang ojek yang suka ngumpul di tikungan jalan, saya kagum. Apalagi orang yang mau bercapek-capek itu seorang anak muda, berusia 26 tahun. Suatu hal yang luar biasa. Dalam berita itu disebutkan maksud Nadiem Makarim semata-mata untuk menolong kehidupan para pengemudi ojek. Dalam acara tersebut diluncurkan Gojek, sambil membagi-bagi seragam jaket dan helm warna hijau. Tahun 2017 adalah tahun terakhir saya bekerja untuk orang lain. Saya punya kantor dan usaha sendiri yang sudah running dan dipersiapkan sejak 2010. Begitu tidak digaji orang lagi, maka jumlah mobil di rumah saya kurangi, dari 5 menjadi 2 saja. Itu pun dipakai anak dan istri. Saya cukup naik ojek. Di tahun 2018 sudah tidak ada tukang ojek yang tanpa seragam dan mereka hanya mau mengantar saya kalau menggunakan aplikasi. Jadi saya terpaksa menginstall aplikasi Gojek di Iphone.

Memang mengejutkan, naik ojek tanpa aplikasi untuk mengantar ke kantor saya di daerah Pasar Minggu biasanya Rp 30.000,- dengan aplikasi Gojek saya hanya membayar Rp 12.000,- saja. Saya tanya ke tukang ojek kamu terima berapa dari Gojek? Dia jawab Rp 35.000,- Itu gila memang, Gojek mensubsidi saya Rp 23.000,- Berapa trilyun uang yang dibakar demi promosi agar masyarakat beralih ke Gojek? Astra misalnya, membeli 2% saham Gojek seharga Rp 4 Trilyun. Jadi perusahaan Gojek itu valuasinya adalah Rp 200 T atau 1% = Rp 2 T. Saya pernah mendengar BCA membeli 15% dengan Rp 15 T. Mengapa harganya berbeda? Karena Gojek menilai BCA lebih strategis, nantinya dengan mudah Gopay akan terintegrasi ke BCA, dan memperhitungkan langkah strategis lain ke depan seperti pendirian bank Jago, misalnya. Nadiem sendiri sekarang hanya punya 4,81% saja di Gojek. Jadi kemana saja uang para investor tesebut? Selain untuk promosi, Gojek juga rajin membeli saham-saham perusahaan lain yang terkait dengan bisnis antaran dan transaksi elektronik, seperti Matahari Hypermarket, LinkAja, dan Bank Jago.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.