Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Harga Emas Antam Naik Rp10.000, Tembus Rp2,622 Juta per Gram 27 Jul 2026 Nazriel Syahdan Syukuri Debut di Piala Presiden 2026 Bersama Persib 27 Jul 2026 Nazriel Bersinar di Piala Presiden, Siap Rebut Tempat di Skuad Utama Persib 27 Jul 2026 "Jangan Melongo, Mikir!" Pesan Megawati untuk Generasi Muda Indonesia 27 Jul 2026 JK Dorong Indonesia Jadi Mediator Perdamaian Timur Tengah 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Harga Emas Antam Naik Rp10.000, Tembus Rp2,622 Juta per Gram 27 Jul 2026 Nazriel Syahdan Syukuri Debut di Piala Presiden 2026 Bersama Persib 27 Jul 2026 Nazriel Bersinar di Piala Presiden, Siap Rebut Tempat di Skuad Utama Persib 27 Jul 2026 "Jangan Melongo, Mikir!" Pesan Megawati untuk Generasi Muda Indonesia 27 Jul 2026 JK Dorong Indonesia Jadi Mediator Perdamaian Timur Tengah 27 Jul 2026

Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli

ED
PN
Senin, 27 Juli 2026 | 14:55 WIB
Bagikan
/

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku pernah mengalami situasi serupa. Berkas yang telah dinyatakan lengkap ternyata tidak bisa diproses karena kendala pada sistem.

"Kalau sudah dibilang sistem bermasalah, kita tidak bisa apa-apa. Kadang harus menunggu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Akhirnya warga jadi bingung harus menghubungi siapa," ujarnya.

Menurut sejumlah pemohon, situasi tersebut menimbulkan persepsi bahwa sistem digital yang dibangun masih bergantung pada intervensi manual dari oknum tertentu agar proses dapat berjalan lancar.

Pelayanan Dinilai Belum Berubah Signifikan

Nana mengatakan digitalisasi pelayanan pertanahan seharusnya mampu memangkas birokrasi dan meminimalkan kontak langsung antara masyarakat dengan petugas. Namun realitas yang dihadapinya menunjukkan masih banyak tahapan yang bergantung pada komunikasi langsung dengan pegawai.

Ia menilai perubahan yang terjadi lebih banyak pada penggunaan aplikasi, sementara pola kerja dan budaya pelayanan belum mengalami transformasi yang signifikan.

"Pengurusan sertifikat masih belum mengalami kemajuan yang berarti. Sistemnya memang online, tetapi praktiknya tetap saja warga harus mencari informasi sendiri dan bolak-balik memperbaiki berkas," katanya.

Menurutnya, pelayanan publik yang baik seharusnya memberikan kepastian mengenai persyaratan, waktu penyelesaian, serta informasi yang jelas apabila terjadi kendala teknis.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.