Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026

ESG Bukan Lagi Formalitas

ED
Minggu, 26 April 2026 | 04:22 WIB
Bagikan
ESG Bukan Lagi Formalitas

Ilustrasi. /visi.news/ai

VISI.NEWS | JAKARTA - Di tengah gejolak ekonomi global, konflik geopolitik, hingga ancaman disrupsi rantai pasok, perusahaan di Indonesia mulai dipaksa mengubah cara pandang terhadap laporan keberlanjutan. Dokumen yang dulu kerap dipandang sebatas formalitas regulasi, kini menjelma instrumen strategis untuk membaca risiko, menjaga daya tahan bisnis, dan mempertahankan daya saing di tengah ketidakpastian.

Pesan itu mengemuka dalam diskusi publik Corporate Social responsibility (CSR) Akhir Pekan ke-33 yang digelar Amerta Sustainability Management Specialist bertajuk Apakah Laporan Keberlanjutan Masih Relevan? Menimbang Keberlanjutan di Masa Ketidakpastian, Sabtu (25/4/2026). Forum ini menyoroti bagaimana sustainability report kini tidak lagi sekadar laporan tahunan, tetapi mulai diposisikan sebagai alat navigasi bisnis di tengah tekanan global yang semakin kompleks.

Direktur Amerta, Dr. Riza Primahendra, menegaskan dalam kondisi dunia yang penuh gejolak, transparansi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Menurutnya, laporan keberlanjutan kini berfungsi sebagai early warning system yang membantu perusahaan membaca ancaman sejak dini, mulai dari risiko gangguan pasokan, konflik sosial, hingga dampak perubahan kebijakan lingkungan global.

“Dalam situasi global yang tidak pasti, perusahaan tidak cukup hanya bicara laba dan pertumbuhan. Mereka harus menunjukkan bagaimana bertahan menghadapi risiko yang terus berubah,” ujarnya. Dalam konteks ini, laporan keberlanjutan menjadi alat untuk mengintegrasikan dimensi risiko non-finansial yang selama ini kerap luput dari laporan bisnis konvensional.

Dorongan itu juga sejalan dengan perubahan regulasi. Sejak diberlakukannya Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK No. 51 Tahun 2017, pelaporan keberlanjutan menjadi kewajiban bagi lembaga keuangan, emiten, dan perusahaan publik. Ke depan, tekanan dipastikan makin besar dengan rencana adopsi standar global IFRS S1 dan IFRS S2 pada 2027, yang akan membawa pelaporan keberlanjutan Indonesia ke level pengungkapan risiko dan iklim yang lebih ketat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.