Riset Ungkap Fenomena "Double Subsidy" yang Bebani Media

ED
PN
Rabu, 22 Juli 2026 | 08:24 WIB
Bagikan
Riset Ungkap Fenomena "Double Subsidy" yang Bebani Media

Sementara itu, Anggota Dewan Pers Dahlan Dahi mengatakan industri media saat ini menghadapi perubahan mendasar akibat dominasi platform digital dan AI.
Menurut dia, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan melalui revisi Undang-Undang Hak Cipta, tetapi juga membutuhkan kebijakan pendukung, termasuk instrumen perpajakan dan pengaturan persaingan usaha sebagaimana diterapkan di Kanada maupun Prancis.

Ia menilai posisi tawar perusahaan media terhadap platform digital masih sangat lemah sehingga diperlukan regulasi yang mampu menciptakan hubungan yang lebih seimbang. "Kami percaya ekosistem pers yang sehat akan menghasilkan informasi yang sehat bagi publik. Informasi yang sehat akan memperkuat demokrasi," kata Dahlan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.