Apresiasi Opini WTP BRIN, Ruby Chairani Dorong Optimalisasi Belanja Modal untuk Penguatan Riset
PN
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra Ruby Chairani Syiffadia./visi.news/ist.
VISI.NEWS – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ruby Chairani Syiffadia, mengapresiasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan komitmen BRIN dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
Meski demikian, Ruby menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan anggaran BRIN, salah satunya terkait realisasi belanja modal yang tercatat mencapai 51,60 persen. Menurutnya, capaian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar pelaksanaan program-program strategis dapat berjalan lebih optimal.
"Kami mengapresiasi BRIN yang kembali memperoleh opini WTP dari BPK. Ini merupakan bentuk komitmen dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Namun, realisasi belanja modal yang baru mencapai 51,60 persen juga menjadi perhatian kami," ujar Ruby melalui keterangan yang diterima, Jumat (17/07/2026).
Dalam kesempatan itu, ia juga mencermati penjelasan Kepala BRIN yang menyampaikan bahwa tantangan riset saat ini tidak lagi semata-mata berkaitan dengan keterbatasan anggaran, melainkan pada kemampuan menghasilkan proposal riset yang kuat, terukur, dan memberikan dampak nyata.
Karena itu, Ruby menekankan pentingnya memastikan setiap alokasi anggaran riset yang bersumber dari APBN dapat dimanfaatkan secara optimal.
Meski demikian, Ruby menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan anggaran BRIN, salah satunya terkait realisasi belanja modal yang tercatat mencapai 51,60 persen. Menurutnya, capaian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar pelaksanaan program-program strategis dapat berjalan lebih optimal.
"Kami mengapresiasi BRIN yang kembali memperoleh opini WTP dari BPK. Ini merupakan bentuk komitmen dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Namun, realisasi belanja modal yang baru mencapai 51,60 persen juga menjadi perhatian kami," ujar Ruby melalui keterangan yang diterima, Jumat (17/07/2026).
Dalam kesempatan itu, ia juga mencermati penjelasan Kepala BRIN yang menyampaikan bahwa tantangan riset saat ini tidak lagi semata-mata berkaitan dengan keterbatasan anggaran, melainkan pada kemampuan menghasilkan proposal riset yang kuat, terukur, dan memberikan dampak nyata.
Karena itu, Ruby menekankan pentingnya memastikan setiap alokasi anggaran riset yang bersumber dari APBN dapat dimanfaatkan secara optimal.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan anggaran tidak hanya diukur dari tingkat penyerapan secara administratif, tetapi juga dari sejauh mana anggaran tersebut mampu menghasilkan inovasi yang mendukung pembangunan nasional.
"Yang sangat penting bagi kami adalah memastikan setiap alokasi APBN untuk riset tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar dapat dikonversi menjadi inovasi yang mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia," katanya.
Ia berharap penguatan tata kelola anggaran riset dapat terus diiringi dengan peningkatan kualitas program dan hasil penelitian. Dengan demikian, investasi negara di bidang riset diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan daya saing Indonesia.
"Yang sangat penting bagi kami adalah memastikan setiap alokasi APBN untuk riset tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar dapat dikonversi menjadi inovasi yang mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia," katanya.
Ia berharap penguatan tata kelola anggaran riset dapat terus diiringi dengan peningkatan kualitas program dan hasil penelitian. Dengan demikian, investasi negara di bidang riset diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan daya saing Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!