Ijeck Soroti Minimnya Koordinasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumut
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar Musa Rajekshah./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar, Musa Rajekshah, menyoroti minimnya koordinasi dalam pembangunan empat Sekolah Rakyat di Sumatera Utara.
Politikus yang akrab disapa Ijeck itu mengungkapkan apresiasinya atas pembangunan Sekolah Rakyat di Sumatera Utara. Namun, ia menyayangkan tidak adanya informasi maupun koordinasi kepada anggota Komisi V DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara terkait pelaksanaan proyek tersebut.
"Di Sumatera Utara ada empat Sekolah Rakyat yang sedang dibangun, yaitu di Kabupaten Dairi, Kabupaten Toba, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Asahan. Tapi sama sekali saya tidak tahu tentang pembangunan ini, dan tidak pernah mendapat informasi dari Kementerian PU," kata Ijeck dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Senin (6/7/2026).
Menurutnya, sebagai anggota Komisi V DPR RI yang memiliki fungsi pengawasan terhadap mitra kerja, seharusnya DPR memperoleh informasi mengenai pelaksanaan proyek strategis di daerah.
Ia menjelaskan, Komisi V DPR RI memiliki dua anggota yang berasal dari Sumatera Utara, namun keduanya tidak mengetahui adanya pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.
"Saya malah mengetahui informasi ini dari pihak lain. Padahal kami juga ingin melihat langsung bagaimana proses pembangunannya di lapangan," ujarnya.
Ijeck memahami bahwa program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Kementerian Sosial Republik Indonesia, sementara pelaksanaan pembangunan fisiknya menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Meski demikian, ia menilai koordinasi dengan anggota DPR RI dari daerah tetap penting agar fungsi pengawasan dapat berjalan secara optimal.
"Kami bukan ingin mengurangi kewenangan siapa pun. Kami hanya ingin mengetahui dan melihat bagaimana pembangunan itu dilaksanakan," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ijeck berharap pembangunan empat Sekolah Rakyat di Sumatera Utara dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses pendidikan.
Ia juga mengingatkan agar kualitas pembangunan menjadi perhatian utama sehingga bangunan yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi teknis dan anggaran yang telah dialokasikan.
"Semoga pembangunan ini benar-benar terlaksana dengan baik dan memberi manfaat besar bagi daerah. Bangunan fisiknya juga harus sesuai dengan anggaran dan spesifikasi, jangan sampai belum lama selesai sudah mengalami kerusakan," tutupnya.
Diketahui, empat lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Sumatera Utara berada di Kabupaten Dairi, Kabupaten Toba, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Asahan. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat melalui pembangunan sarana pendidikan yang representatif.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!