Riset Ungkap Fenomena "Double Subsidy" yang Bebani Media

ED
PN
Rabu, 22 Juli 2026 | 08:24 WIB
Bagikan
Riset Ungkap Fenomena "Double Subsidy" yang Bebani Media

"Kami menemukan kerangka AIRI (AI Readiness Index) yang dikembangkan AI Singapore. Standarnya memang tinggi karena mengukur kesiapan organisasi, bukan sekadar penggunaan alat AI seperti ChatGPT atau Gemini, tetapi kesiapan untuk memanfaatkan bahkan mengembangkan sistem AI secara mandiri," ujar Wendratama.

Survei dilakukan terhadap 262 perusahaan media dari total 528 anggota AMSI yang mewakili kategori media besar, menengah besar, menengah, dan kecil. Penilaian mencakup lima aspek, yakni kesiapan organisasi, etika, model bisnis, data, dan infrastruktur teknologi.
Hasil penelitian menunjukkan perusahaan media berskala besar memiliki tingkat kesiapan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok lainnya.

Meski demikian, bahkan perusahaan media besar masih menghadapi tantangan dalam menyusun pedoman operasional penggunaan AI, mitigasi risiko, hingga strategi investasi teknologi yang dinilai membutuhkan biaya besar dengan tingkat ketidakpastian tinggi. Menurut Wendratama, sebagian besar perusahaan media masih berada pada tahap awal pemanfaatan AI.
"Sebagian besar media masih menggunakan AI sebagai alat bantu siap pakai. Belum banyak yang memiliki peta jalan untuk mengembangkan sistem AI sendiri maupun strategi bisnis jangka panjang."

Berdasarkan hasil penelitian, PR2Media merekomendasikan penguatan kapasitas internal perusahaan media melalui penyusunan modul, pelatihan, pendampingan, hingga dukungan perangkat lunak dan perangkat keras.
Selain itu, AMSI dinilai perlu mengambil peran lebih besar dalam memperkuat posisi tawar industri media terhadap platform AI.
"AMSI perlu membangun strategi negosiasi kolektif dengan platform AI. Perusahaan media sudah menyadari potensi bisnis AI, tetapi posisi tawarnya lemah jika bernegosiasi sendiri," kata Wendratama.

Menurut dia, negosiasi kolektif dapat mencakup pembahasan skema lisensi, perlindungan konten, kompensasi atas penggunaan data, hingga model revenue sharing apabila konten media dimanfaatkan untuk pelatihan AI.
Ia juga menilai revisi Undang-Undang Hak Cipta yang mengakui hak ekonomi atas karya jurnalistik akan memperkuat posisi perusahaan media dalam berhadapan dengan platform AI.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.