Rindu yang Menjadi Perjalanan
Dalam percakapan grup, salah seorang anggota senior, H. Edi, memberikan usulan yang langsung mendapat perhatian.
"Bagaimana kalau masing-masing bawa nasi bungkus sendiri, lalu kita cari tempat yang syahdu untuk makan bersama?"
Ide itu dianggap masuk akal. Selain praktis, tidak akan merepotkan tuan rumah yang menjadi penyelenggara.
Percakapan terus bergulir. Hingga kemudian Mang Onay muncul dengan usulan yang lebih konkret.
"Kalau di Cicalengka bagaimana? Di tempat Bu Tini."
Tak hanya menyebut lokasi, ia juga mengunggah video suasana tempat tersebut.
Begitu video diputar, banyak anggota langsung tertarik.
Lokasinya berada di lereng perbukitan yang sejuk. Jauh dari hiruk-pikuk permukiman padat. Di sana terdapat ruang makan terbuka, mushala, toilet dan kamar mandi yang memadai.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!