Rangkuman Politik: Prabowo Buka Aspirasi Publik hingga Wacana Provinsi Kapuas Raya
Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan peserta Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI)./visi.news/Bakom RI.
VISI.NEWS - Sejumlah peristiwa politik mencuri perhatian publik pada Minggu (28/06/2026), mencakup keterbukaan Presiden Prabowo Subianto dalam menerima aspirasi masyarakat, ajakan kepada kalangan akademisi untuk turut menyelesaikan persoalan bangsa, usulan pembentukan Provinsi Kapuas Raya di Kalimantan Barat, rencana perampingan BUMN, serta dinamika pencalonan Ketua Umum PBNU.
Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah membuka diri terhadap berbagai masukan dari masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui platform media sosial. Prabowo pun berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap usulan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas yang ada.
Di sisi lain, Istana menyampaikan bahwa Prabowo turut mengajak sivitas akademika agar berkontribusi aktif dalam menangani berbagai persoalan bangsa sesuai bidang keahlian masing-masing. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa kalangan akademisi dinilai memiliki kapasitas keilmuan dan kompetensi terbaik guna mendukung jalannya pembangunan nasional.
Dari Kalimantan Barat, Gubernur Ria Norsan menyuarakan pentingnya percepatan pembentukan Provinsi Kapuas Raya. Menurutnya, pemekaran wilayah tersebut kini telah menjadi kebutuhan nyata demi meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Prabowo juga menetapkan target ambisius dalam reformasi badan usaha milik negara. Jumlah BUMN yang saat ini mencapai lebih dari 1.000 perusahaan direncanakan akan dipangkas menjadi sekitar 250 perusahaan saja, dengan tujuan mewujudkan tata kelola BUMN yang lebih efisien dan transparan.
Sementara itu, di lingkungan Nahdlatul Ulama, KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam menyatakan kesiapannya maju sebagai kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Langkah tersebut ia ambil atas perintah sesepuh KH Nurul Huda Djazuli serta sejumlah tokoh besar NU lainnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!