REFLEKSI | Secangkir Kopi dan Runtuhnya Firaun Kecil (Ketika 'Sruput' Berubah Menjadi 'Nyut')
ED
Editor
M Purnama Alam
Senin, 2 Februari 2026 | 06:34 WIB
Lubang itu bernama: Keangkuhan.
*Meminumnya dengan Tunduk*
Sakitnya mulai reda, menyisakan denyutan samar.
Saya mencoba meraih cangkir itu lagi. Tapi kali ini, beda. Tidak ada lagi gaya angkuh mengangkat dagu.
Saya meminumnya pelan-pelan. Hati-hati. Sedikit takut.
Saya menyeruputnya dengan rasa hormat pada rasa sakit, dan rasa sadar akan kelemahan diri.
Senin ini, mari berjalan keluar rumah dengan langkah yang lebih pelan.
Jangan menatap orang lain dengan mata elang yang tajam menghakimi. Tataplah mereka dengan mata yang sadar:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!