REFLEKSI | Secangkir Kopi dan Runtuhnya Firaun Kecil (Ketika 'Sruput' Berubah Menjadi 'Nyut')
Lokasi: Cimenyan. Waktu: Senin, 2 Februari 2026. Pagi yang dingin.
Suasana: Kabut masih menggantung. Di meja, uap kopi menari-nari, menjanjikan kekuatan untuk menaklukkan Senin yang ganas.
Saya mengangkat cangkir ini dengan gaya seorang pemenang.
Kemeja sudah rapi. Rencana kerja sudah tersusun di kepala: "Hari ini saya akan marahi si A," "Hari ini target harus tembus."
Saya merasa seperti Jenderal Perang yang siap memberi titah. Gagah. Tak tersentuh. Lalu, bibir menyentuh bibir cangkir.
Cairan hitam yang panas dan manis itu mengalir masuk. Dan... BAM!
Bukan kenikmatan yang datang, tapi Petir. Tepat di geraham kanan bawah. Kopi yang panas itu menyentuh satu titik saraf yang terekspos—sebuah lubang kecil tak kasat mata.
1. Kopi yang Mengkhianati Ego Nyuuut...*
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!