REFLEKSI | Secangkir Kopi dan Runtuhnya Firaun Kecil (Ketika 'Sruput' Berubah Menjadi 'Nyut')
Dalam hitungan detik, cangkir itu nyaris terlempar.
Wibawa "Sang Jenderal" yang saya bangun 30 menit di depan cermin, runtuh seketika.
Lihatlah saya sekarang. Bukan lagi sosok yang siap menaklukkan dunia, tapi sosok yang memegangi pipi sambil meringis. Matanya berair. Mulutnya mendesis.
Dasi yang rapi mendadak terasa mencekik. Rapat penting nanti siang mendadak tidak ada artinya.
Kopi ini, yang biasanya jadi sumber inspirasi, pagi ini berubah jadi Detektor Kesombongan. Dia seolah berbisik kasar:
"Heh, Tuan yang Sombong! Kamu merasa kuat? Kena air panas sedikit saja kamu sudah berlutut!"
2. Guru Sufi di Dalam Cangkir
Sambil menunggu rasa ngilu itu reda (yang rasanya lama sekali, seperti menunggu lampu merah Kircon), saya menatap nanar ke dalam cangkir.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!